India Jadi Negara Agama (Hindu), Ganti Nama Jadi Bharat

India Jadi Negara Agama (Hindu), Ganti Nama Jadi Bharat Dahlan Iskan

NEW DELHI, BANGSAONLINE.com Ternyata formalisasi agama terjadi di era modern. India yang penduduknya mayoritas beragama Hindu mulai mempertegas ideologinya sebagai negara agama. Yaitu agama Hindu. Bahkan nama India pun diganti dengan Bharat.

Itu terjadi setelah partai beraliran kanan memenangkan pertarungan politik. Yaitu Partai Bharatiya Janata. Yang secara tegas beraliran agama Hindu.

Bagaimana dengan Indonenesia. Akankah juga berganti nama dari Indonesia menjadi Nusantara atau Indonesiaraya? Simak tulisan wartawan kondang Dahlan Iskan di BANGSAONLINE edisi Jumat (8/9/2023). Selamat membaca:

BANYAK yang senang kalau negara India jadi ganti nama: menjadi Bharat. Pun Indonesia. Kita selalu rebutan dengan India untuk kode negara tiga huruf: IND. Harusnya itu Indonesia. Tapi itu selalu berarti India. Indonesia tergusur menjadi INA. Misalnya di urutan perolehan medali dalam pesta olahraga. Atau asal negara mana atlet tersebut.

Suku Indian, di Amerika, juga tidak harus lagi disebut ''American Indian''. Cukup suku Indian. Tidak akan disalahpahamkan dengan Bharat.

Usaha ganti nama itu kian nyata di India. Tidak lagi hanya wacana. Terutama sejak partai kanan selalu memenangkan pemilu di sana: Partai Bharatiya Janata. Partai Rakyat Bharat. Partai ini sangat kanan. Sangat Hindu. Termasuk gigih memperjuangkan konstitusi baru. Agar dasar negara India diubah menjadi berdasar agama Hindu.

Partai Bharatiya Janata juga jadi pelopor perubahan nama negara. India dianggap lambang ''perbudakan''. Rendahan. Terjajah. Nama India mereka anggap mencerminkan kekuasaan penjajah: Inggris.

Partai Bharatiya Janata ingin mental negara terjajah segera lenyap.

Maka nama Bharat secara resmi mulai diperkenalkan ke dunia. Mumpung ada momentum besar di sana: Tuan rumah KTT G20. Banyak forum pendahuluan diadakan di India. Termasuk rapat-rapat grup. Juga rapat para menteri dari negara-negara G20.

Dalam sebuah undangan resmi rapat grup G20, nama Bharat sudah digunakan sebagai pengganti India. Hanya saja masih ada terjemahan di bawahnya: bahwa yang dimaksud Bharat adalah India.

Rasanya tidak lama lagi nama Bharat akan menjadi resmi. Awalnya kita tentu akan tergagap menyebutnya, lama-lama akan biasa. Perubahan Burma menjadi Myanmar lebih sulit. Kata ''Bharat'' sudah tidak asing di lidah kita. Kita biasa mengucapkan kata barata, barata yudha, wayang orang Bharata.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO