Peringati Isra' Mi'raj, Pangarmatim: Tingkatkan Keimanan, Ketaqwaan, Disiplin dan Loyalitas | BANGSAONLINE.com - Berita Terkini - Cepat, Lugas dan Akurat

Peringati Isra' Mi'raj, Pangarmatim: Tingkatkan Keimanan, Ketaqwaan, Disiplin dan Loyalitas

Rabu, 03 Mei 2017 14:28 WIB

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bertempat di Gedung Panti Tjahaja Armada (PTA) Koarmatim, Ujung Surabaya, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H.,M.A.P., beserta ribuan prajurit Koarmatim mengikuti acara Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1438 H / 2017 M, Rabu (03/05/2017). Acara itu menghadirkan pembicara Prof. Dr. HM. Abdul Azis, M. Ag yang merupakan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Peringatan Isra Mir’aj kali ini mengangkat tema "Jadikan Hikmah Peringatan Isra mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1438 H / 2017 M, untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan, Disiplin, Loyalitas serta Pengabdian Prajurit Guna Terwujudnya TNI yang Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat". Dan dihibur dengan persembahan Qosidah “Jalanada” Koarmatim di bawah binaan Ketua Daerah Jalasenastri Armada Timur (KDJAT).

Pangarmatim dalam sambutannya menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi dengan rohani dan jasmani dan bukan sekadar suatu mimpi dalam tidur. "Isra' Mi’raj merupakan suatu peristiwa hakiki yang dialami oleh rasulullah SAW, dalam keadaan sadar terjaga dan dapat diindera, sebagai modal untuk mempercayai adalah keimanan," terang Pangarmatim.

"Oleh karena itu, tidak heran jika peristiwa ini dikenang sepanjang masa bahkan diperingati oleh umat Islam sedunia di setiap tahunnya sebagai peristiwa besar dalam sejarah agama islam, baik dalam konteks keimanan maupun ilmu pengetahuan. Namun sebagai umat islam yang terpenting dalam peristiwa isra’ mi’raj ini adalah sebuah perintah Allah subhanahu wata’ala langsung dari langit yaitu melaksanakan sholat lima waktu, sebagaimana hadits rasulullah SAW".

"Sholat diwajibkan atas Nabi Muhammad SAW pada malam beliau melaksanakan isra’ mi'raj dengan bilangan 50 kali yang kemudian dikurangi sampai menjadi lima. Lalu beliau dipanggil, “hai Muhammad, putusan-ku tidak dapat diubah lagi, dan dengan sholat lima waktu ini, engkau tetap memperoleh pahala 50 kali”." (hadist riwayat ahmad dari anas).

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video