Blusukan ke Puncu, Bupati Kediri Bantu Bocah Berkebutuhan Khusus

Ringkasan Berita
  • Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi rumah bocah berkebutuhan khusus, Muhammad Alza Octaviana (12), yang tinggal bersama kakeknya di Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu.
  • Bupati berjanji memperbaiki atap rumah yang bocor, memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk Alza, serta modal usaha dan sepeda untuk sang kakek, Mari, yang bekerja sebagai penjual sayuran.
  • Pemkab juga membantu kakak Alza, Niha (19), mendapatkan pekerjaan di warung sate setelah lulus SMK dan berjanji menebus biaya pendidikan jika ijazahnya ditahan pihak sekolah.
  • Bupati mengimbau warga Kabupaten Kediri yang tidak mampu dan ijazahnya ditahan untuk melapor ke Dinas Pendidikan, menekankan pendidikan sebagai layanan dasar yang diperhatikan pemkab.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengunjungi rumah Muhammad Alza Octaviana (12), siswa kelas 5 SLB PGRI Puncu yang tinggal bersama kakeknya, Mari (61), di Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Selasa (5/5/2026).

Alza, bocah berkebutuhan khusus dengan gangguan penglihatan, sehari-hari diasuh kakeknya yang bekerja menjual sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama anak gadisnya, Niha (19). Kondisi rumah sederhana yang ditempati diketahui masih banyak atap bocor.

Dalam kunjungan blusukan yang didampingi jajaran pejabat daerah setempat, Bupati Kediri menegaskan akan memperbaiki rumah tersebut. 

“Tadi kami cek atapnya beberapa banyak yang bolong-bolong, jadi kalau hujan airnya masuk ke dalam rumah dan itu akan kita perbaiki,” ujarnya.

Ia juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk Alza serta berencana menyalurkan modal usaha dan sepeda bagi Kakek Mari. Sementara Niha yang baru lulus SMK dibantu mencarikan pekerjaan di warung sate di wilayah Kecamatan Puncu. 

“Alhamdulilah mulai besuk bisa mulai bekerja,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Kediri menegaskan akan menebus biaya pendidikan Niha jika tertunda karena ijazah ditahan pihak sekolah. Ia menekankan pendidikan sebagai pelayanan dasar yang menjadi perhatian Pemkab Kediri

“Saya juga mengimbau bagi seluruh warga Kabupaten Kediri yang tidak mampu dan ijazahnya masih ditahan oleh pihak sekolah tolong dilaporkan kepada Dinas Pendidikan,” tuturnya. (uji/mar)