Ringkasan Berita
- Ratusan peternak ayam petelur di Magetan protes ke Disnakkan karena harga telur anjlok jauh di bawah harga standar pemerintah (Rp22.800 vs Rp26.500 per kg), sementara biaya pakan (jagung Rp6.600 per kg) memberatkan.
- Mereka menyalahkan investor asing ilegal yang menguasai pasar sebagai pemicu surplus dan penurunan harga, menyebabkan stok telur menumpuk di gudang peternak lokal.
- Disnakkan Magetan berupaya membantu dengan mendorong ASN dan dapur MBG membeli lebih banyak telur, serta mengoordinasi OPD terkait untuk program penyerapan stok.
- Pihak Disnakkan juga mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat untuk menekan biaya produksi, sebagai solusi jangka panjang mengatasi ketidakseimbangan harga.
MAGETAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan peternak ayam petelur mendatangi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan, Rabu (6/5/2026). Mereka meminta solusi atas rendahnya harga telur agar bisa menyentuh standar nasional.
Koordinator aksi, Teguh Wahyudi, menyebut penurunan harga telur dipicu masuknya investor asing yang menguasai pasar peternakan ayam petelur di Indonesia.
“Telur di Indonesia sebenarnya masih surplus, karena banyak investor asing yang ilegal di luar pulau imbasnya harga telur saat ini turun. Stok digudang kita makin menumpuk,” ujarnya usai audiensi.
Sementara itu, Kepala Disnakkan Magetan, Nur Haryani, menegaskan pihaknya berupaya membantu peternak agar stok telur segera terserap. Salah satu usulan adalah mendorong ASN membeli telur serta memperbanyak penggunaan telur di dapur MBG.
“Ini tadi kita juga mengguncang OPD-OPD terkait untuk membantu mengurangi stok dengan program-program yang ada,” katanya.
Ia menambahkan, harga standar pemerintah adalah Rp26.500,00. per kg, sementara harga pasar saat ini hanya Rp22.800,00. Di sisi lain, harga jagung sebagai pakan mencapai Rp6.600,00. per kg, belum termasuk konsentrat dan kebutuhan lain.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Disnakkan Magetan berkoordinasi dengan OPD terkait serta mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat agar biaya produksi dapat ditekan. (dro/mar)










