Ringkasan Berita
- Quds Royal Hotel Surabaya meluncurkan Festival Pecel Pincuk Suroboyo dari 15 hingga 30 April 2026, yang digelar setiap hari pukul 11.00-14.00 di Restoran Delima hotel tersebut.
- Festival ini mengusung konsep halal tourism dan menghidangkan pecel tradisional Jawa Timur dengan wadah pincuk daun pisang untuk menjaga identitas kuliner serta nilai estetika dan aroma alami.
- Pecel disajikan lengkap dengan kulupan seperti daun pepaya rebus dan kembang turi, serta sambal kacang dalam tiga varian rasa: manis gurih, pedas sedang, dan super pedas.
- Acara peluncuran dihadiri lebih dari 50 alumni Akademi Wartawan Surabaya dan dimeriahkan pertunjukan dalang cilik serta orkes keroncong, sekaligus menjadi momentum peluncuran buku antologi puisi Kawah Pena Hebat.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Quds Royal Hotel resmi meluncurkan Festival Pecel Pincuk Suroboyo pada Rabu (15/4/2026). Festival kuliner tradisional ini digelar di Restoran Delima Quds Royal Hotel, Jalan Iskandar Muda No. 85, Ampel, setiap hari pukul 11.00-14.00 hingga 30 April 2026.
Mengusung konsep halal tourism, hotel berbintang tiga di kawasan religi Sunan Ampel ini menghadirkan cita rasa otentik pecel khas Jawa Timur dengan wadah pincuk daun pisang.
General Manager Hotel Quds Royal Surabaya, Pungky Kusuma, menyebut penggunaan pincuk sebagai upaya menjaga identitas kuliner tradisional.
“Selain ramah lingkungan, ada nilai estetika dan aroma alami khas yang tidak bisa digantikan wadah modern,” ujarnya.
Festival ini menyajikan pecel lengkap dengan kulupan alami seperti daun pepaya rebus, kembang turi, taoge, kubis, kemangi, dan lamtoro.

Sambal kacang khas disajikan dalam tiga varian rasa: manis gurih, pedas sedang, dan super pedas. Hidangan dilengkapi rempeyek kacang, rempeyek grago, serta kerupuk puli.
Peluncuran festival berlangsung meriah dengan kehadiran lebih dari 50 alumni Akademi Wartawan Surabaya (AWS).
Acara juga dimeriahkan dalang cilik Jalu dengan wayang suket dan orkes keroncong Guyub Rukun. Para alumni AWS turut meluncurkan buku antologi puisi berjudul Kawah Pena Hebat.
Ketua Panitia Kris Maryono, Ketua Yayasan STIKOSA AWS Himawan Mashuri, serta mantan dosen AWS Andarini turut memberikan sambutan. Kehadiran insan pers dinilai sebagai dukungan terhadap pelestarian kuliner tradisional Indonesia.










