Ringkasan Berita
- Tim Pengendali Operasi (PJO) Mabesad melakukan pengawasan dan evaluasi lapangan terhadap pelaksanaan TMMD ke-128 di Kabupaten Tuban untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
- Kegiatan wasev dipimpin oleh Kolonel Inf Ujang Sudrajat dan mencakup pengecekan teknis hasil infrastruktur serta dialog langsung dengan warga untuk mengukur dampak program terhadap kesejahteraan masyarakat.
- Program TMMD dinilai sebagai bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan memupuk semangat gotong royong, dengan tema 'Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa'.
- Masyarakat Desa Jadi menyambut positif kehadiran TMMD, dengan warga seperti Yanto mengungkapkan rasa syukur atas perbaikan akses infrastruktur dan fasilitas umum yang menjadi lebih layak.
- Hasil evaluasi menunjukkan progres pengerjaan TMMD ke-128 di Tuban sudah sesuai rencana, diharapkan sisa waktu pelaksanaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas bangunan yang maksimal.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tim Pengendali Operasi (PJO) Mabesad melakukan pengawasan dan evaluasi (wasev) terhadap pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Tuban, Kamis (7/5/2026). Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Kegiatan Wasev yang dipusatkan di Dusun Djarum, Desa Jadi, Kecamatan Semanding ini dipimpin oleh Kolonel Inf Ujang Sudrajat, selaku Paban Sahli Kasad Bid SDA dan LH. Turut mendampingi dalam rombongan, Letkol Inf Dicky Purwanto, Pabandya-4/Wasev Manunggal TNI Spaban V/Wilhanrat Sterad.
Ketua Tim Wasev, Kolonel Inf Ujang Sudrajat, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari mekanisme kontrol organisasi untuk melihat langsung progres di lapangan.
"Kunjungan ini untuk melihat secara langsung progres pelaksanaan program TMMD ke-128. Tentu sekaligus memastikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ujang.
Selain melakukan pengecekan teknis terhadap hasil pekerjaan infrastruktur, tim juga berdialog langsung dengan warga setempat. Hal ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana dampak program TMMD dalam meningkatkan kesejahteraan di wilayah pedesaan.
Menurut Kolonel Ujang, TMMD adalah instrumen penting bagi TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memupuk kembali semangat gotong royong warga.
"Program TMMD merupakan bentuk nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah. Sesuai tema tahun ini, 'TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa', kami berharap seluruh elemen dapat terus bersinergi. Hasil pengecekan di lapangan, seluruh progres pengerjaan sudah sesuai rencana dan harapan," tegasnya.
Kehadiran program TMMD di Desa Jadi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Yanto, salah seorang warga Dusun Djarum, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan akses infrastruktur dan fasilitas umum di kampungnya yang kini menjadi lebih layak.
"Alhamdulillah sangat terbantu," tuturnya singkat saat berdialog dengan tim Wasev.
Melalui evaluasi ini, diharapkan sisa waktu pelaksanaan TMMD ke-128 di Kabupaten Tuban dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas bangunan yang maksimal bagi kepentingan publik. (wan/rev)










