Hadiri Haflatul Maulid MTsN 1 Kota Kediri, Gus Qowim Resmikan Aula KH. Thoha Mu'id

Ringkasan Berita
  • Wakil Wali Kota Kediri, Gus Qowim, meresmikan Aula KH. Thoha Mu'id dalam Haflatul Maulid ke-56 MTsN 1 Kota Kediri. Penamaan aula ini dimaknai sebagai penghormatan dan pengambilan nilai perjuangan dari KH. Thoha Mu'id.
  • Gus Qowim menyoroti tiga metode mentarbiah santri ala KH. Thoha Mu'id: transformasi ilmu (ngaji), keteladanan, dan mendidik dengan mendoakan. Ia menekankan pentingnya menyertakan Allah dalam proses pendidikan dan membawa anak-anak dalam doa.
  • Acara haflatul maulid diisi rangkaian kegiatan seperti jalan sehat, kreasi siswa, bazaar, lomba ecobrick, dan kebersihan kelas. Kegiatan ini dinilai sebagai bukti peran pendidikan dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kepedulian lingkungan siswa.
  • Gus Qowim menyampaikan harapan agar MTsN 1 Kota Kediri terus melahirkan generasi cerdas, berakhlak, kreatif, dan berprestasi. Ia juga berharap madrasah tersebut tetap menjadi institusi yang unggul, menginspirasi, dan membanggakan Kota Kediri.
  • Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Kepala Kantor Kemenag, Ketua PCNU/Komite, dan Pengasuh PP Al-Ishlah. Gus Qowim juga menyerahkan kendaraan dari donatur kepada MTsN 1 Kota Kediri dan meninjau stand bazar siswa.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.comWakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri Haflatul Maulid ke-56 MTsN 1 Kota Kediri, Sabtu (9/5/2026). Dalam acara ini, wakil wali kota yang karib disapa Gus Qowim tersebut sekaligus memberangkatkan jalan sehat dan meresmikan nama Aula KH. Thoha Mu'id.

"Atas nama Pemerintah Kota Kediri, saya menyampaikan selamat dan apresiasi pada MTsN 1 Kota Kediri atas diresmikannya Aula KH.Thoha Mu’id. Tentunya penamaan ini tidak semata-mata hanya sekedar nama, tetapi ada makna yang terkandung," ujarnya.

Gus Qowim menjelaskan penamaan aula ini memiliki makna yang mendalam. "Ada hikmah yang dapat diambil dari perjuangan KH.Thoha Mu'id. Di mana ada banyak nilai-nilai yang dapat diaplikasikan di kehidupan," ujarnya.

Menurutnya, dalam mentarbiah santrinya, ada 3 metode yang dilakukan. Pertama adalah transformasi ilmu dengan ngaji. Kedua, bagaimana KH. Thoha Mu'id menjadi teladan bagi santrinya. Ketiga, mendidik dengan cara mendoakan.

"Artinya, menyertakan Allah dalam proses transformasi ilmu. Ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua yang memiliki tanggung jawab yang sama, mendidik, dan mentarbiah anak-anak. Mendidik saja tidak cukup kita perlu membawa anak-anak dalam doa," jelasnya.

Gus Qowim berharap dengan fasilitas yang semakin baik, MTsN 1 Kota Kediri juga terus melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, kreatif, dan berprestasi gemilang. Serta menyambut baik berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam haflatul maulid tahun ini.

Mulai dari jalan santai, ajang kreasi, bazaar siswa, hingga lomba ecobrick dan kebersihan kelas.

"Ini menjadi bukti bahwa pendidikan juga turut membentuk karakter, kreativitas, dan kepedulian lingkungan para siswa," kata Gus Qowim.

"Semoga semangat positif ini terus terjaga, dan menjadi energi baik bagi seluruh keluarga besar MTsN 1 Kota Kediri. Semoga MTsN 1 Kota Kediri terus menjadi madrasah yang unggul, menginspirasi, dan membanggakan Kota Kediri," pungkasnya.

Pada acara ini, Gus Qowim juga meninjau stand bazar dari siswa-siswi kelas IX hingga menyerahkan kendaraan dari donatur kepada MTsN 1 Kota Kediri.

Turut hadir, Kepala Kantor Kemenag A. Zamroni, Ketua PCNU sekaligus Ketua Komite KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Pengasuh PP Al-Ishlah KH. Zubadduzzaman, kepala sekolah dan jajaran MTsN 1 Kota Kediri. (uji/rev)