Ringkasan Berita
- Tomoro Coffee resmi hadir di Kelurahan Krajan, Mejayan, Madiun, sebagai ruang kuliner dan tempat berkumpul untuk diskusi serta ide kreatif anak muda.
- Lokasi strategis di depan Stasiun Caruban memudahkan wisatawan, baik lokal maupun luar daerah yang menggunakan transportasi kereta api, untuk singgah.
- Kadisparpora Madiun mengapresiasi kehadiran tempat usaha ini karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja lokal.
- Pemilik memilih usaha kedai kopi karena budaya minum kopi lekat dengan diskusi dan lahirnya ide kreatif di kalangan anak muda, serta menyediakan menu beraneka rasa.
- Keberadaan Tomoro Coffee diharapkan dapat menjadi contoh bagi investor dan pelaku UMKM lain untuk mengembangkan usaha dan membuat kawasan Caruban semakin ramai.
MADIUN,BANGSAONLINE.com - Tomoro Coffee resmi hadir di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Senin (11/5/2026), sebagai ruang kuliner sekaligus tempat berkumpul anak muda untuk berdiskusi dan mencari ide kreatif.
Kehadiran tempat kuliner tersebut dinilai strategis karena berada tepat di depan Stasiun Caruban. Lokasi itu dinilai memudahkan wisatawan lokal maupun luar daerah yang menggunakan transportasi kereta api untuk singgah menikmati sajian kuliner.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati mengapresiasi hadirnya tempat usaha tersebut karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Menurutnya, keberadaan pusat kuliner seperti itu dapat menjadi contoh bagi investor maupun pelaku UMKM lain dalam mengembangkan usaha di wilayah Caruban.
"Ini bisa kita jadikan contoh bagi yang lainnya seperti para pelaku perkumpulan UMKM dimana sore hari warga bisa berwisata dan mereka bisa membeli yang mereka inginkan. Akhirnya Caruban jadi ramai," ujar Puji.
Pemilik Tomoro Coffee, Amin Cahyadi mengatakan usaha kedai kopi dipilih karena budaya minum kopi dinilai lekat dengan aktivitas diskusi dan lahirnya ide-ide kreatif di kalangan anak muda.
"Kita sering melihat kawula muda itu timbul ide-idenya sambil minum kopi dan merokok, maka kita siapkan itu. Karena menunya juga beraneka, maka mereka juga bisa menikmati cita rasa yang beraneka," tuturnya singkat.
Amin menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap tempat nongkrong dan kedai kopi juga berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang lebih banyak.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. (dro/van)







