Ringkasan Berita
- UIN Syekh Wasil Kediri menggelar 'Ngopi Bareng' bersama perwakilan media dan organisasi masyarakat untuk membangun komunikasi dan sinergi dalam mendukung pengembangan kampus.
- Rektor menyatakan kampus yang baru berusia sekitar satu tahun ini membutuhkan masukan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar dapat berkembang lebih baik.
- UIN Syekh Wasil Kediri adalah transformasi dari institusi yang telah ada sejak 1965, kini memiliki 4 fakultas, 33 program studi, dan telah meraih akreditasi 'Unggul'.
- Kampus mengusung konsep integrasi ilmu keislaman dan umum, dengan dosen dari berbagai negara, serta berkomitmen menyediakan pendidikan tinggi yang terjangkau bagi masyarakat sekitar.
- Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kampus, media, dan organisasi masyarakat sebagai bentuk komitmen kolaborasi.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - UIN Syekh Wasil Kediri menggelar kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng UIN Syekh Wasil Kediri bersama Masyarakat dan Media' di Aula Rektorat lantai 3, Rabu (13/5/2026).
Acara dihadiri wartawan dari IJTI, PWI, dan AJI, serta organisasi kemasyarakatan seperti PCNU, Muhammadiyah, Ansor, dan berbagai elemen masyarakat.
Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Wahidul Anam, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting memperkuat sinergi kampus dengan media dan ormas dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi.
"Usia UIN Syekh Wasil Kediri masih sangat muda, baru sekitar satu tahun. Karena itu kami membutuhkan masukan, dukungan, dan kolaborasi dari media, ormas, dan masyarakat agar kampus ini bisa berkembang lebih baik," ujarnya.
Ia menjelaskan, kampus berawal dari cabang IAIN Sunan Ampel pada 1965, berubah menjadi STAIN Kediri pada 1997, kembali menjadi IAIN Kediri pada 2018, dan resmi bertransformasi menjadi UIN Syekh Wasil Kediri pada 2025.
Saat ini, kampus memiliki 4 fakultas dengan 33 program studi S1, S2, dan S3, serta telah meraih akreditasi 'Unggul', dan masuk tiga besar PTKIN paling informatif.
Selain itu, kampus terus mengembangkan fasilitas seperti gedung rektorat, sport center, masjid kampus, ma’had, dan kawasan pendidikan terpadu. Biaya pendidikan juga disebut relatif terjangkau, dengan UKT mulai Rp400 ribu hingga sekitar Rp4 juta sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa.
"Kami ingin akses pendidikan tinggi bisa dijangkau masyarakat luas, khususnya wilayah Kediri dan sekitarnya," kata Rektor UIN Syekh Wasil Kediri.
Sementara itu, Taufik Al Amin selaku Wakil Rektor menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi dan kolaborasi kampus dengan media serta stakeholder.
"Kampus tidak bisa berkembang sendiri tanpa dukungan media, ormas, dan masyarakat. Karena itu kami ingin membangun kolaborasi yang lebih erat," ucapnya.
Ia menambahkan, UIN Syekh Wasil Kediri kini mengusung konsep integrasi ilmu keislaman dan ilmu umum, dengan dosen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan negara seperti Kanada, Prancis, Maroko, Jerman, Taiwan, dan Australia.
Acara berlangsung santai dengan diskusi, tukar gagasan, serta penyampaian masukan dari insan pers dan ormas. Kegiatan ditutup dengan pembacaan komitmen bersama dan penandatanganan nota kesepahaman antara UIN Syekh Wasil, media, dan organisasi masyarakat. (uji/mar)










