Ringkasan Berita
- BPJS Kesehatan memperluas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) kepada generasi muda di bawah 45 tahun dengan peluncuran Prolanis Muda, menanggapi pergeseran tren penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes ke usia yang lebih muda.
- Prolanis Muda menargetkan pasien berusia di bawah 45 tahun yang sudah terdiagnosis dan masih aktif bekerja, dengan tujuan mengelola kondisi agar tidak bertambah parah melalui aktivitas seperti konsultasi, layanan obat bulanan, pemeriksaan, dan edukasi.
- Tahapan program dimulai dengan skrining riwayat kesehatan, diikuti pemeriksaan lanjutan bagi yang berisiko, dan peserta yang terdiagnosis akan mengikuti seluruh rangkaian aktivitas Prolanis.
- Faktor gaya hidup seperti tidur larut dan pola makan tidak sehat dinilai meningkatkan risiko penyakit kronis pada generasi muda, sehingga program ini diharapkan dapat mencegah penyakit seperti jantung koroner dan gagal ginjal.
- Generasi muda dapat mengakses skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, WhatsApp Pandawa, atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdekat untuk langkah pencegahan dini.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tren penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus kini bergeser, tidak hanya dialami lansia tetapi juga generasi muda akibat pola hidup. Menyikapi hal tersebut, BPJS Kesehatan menghadirkan pelayanan kesehatan proaktif melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menjelaskan Prolanis hadir untuk pemeliharaan kesehatan peserta dengan diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi.
"Prolanis hadir dalam rangka pemeliharaan kesehatan peserta yang menyandang penyakit kronis khususnya Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 dan Hipertensi (HT). Adapun aktivitas yang dilakukan yakni konsultasi kesehatan dan pelayanan obat setiap bulan, pemeriksaan penunjang, serta edukasi dan senam prolanis," ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ia menambahkan, program kini tidak hanya ditujukan bagi peserta berusia 45 tahun ke atas, tetapi juga generasi muda melalui Prolanis Muda.
"Prolanis Muda dikembangkan BPJS Kesehatan bagi pasien berusia di bawah 45 tahun, sudah terdiagnosis DM dan HT, dan masih aktif bekerja. Tujuannya agar kondisinya bisa dikelola dengan baik dan tidak bertambah parah," katanya.
Tahapan Prolanis Muda dimulai dengan skrining riwayat kesehatan. Jika hasil menunjukkan risiko, peserta akan mendapat pemeriksaan lanjutan melalui Surat Rujukan Klinis. Peserta yang terdiagnosis DM atau HT kemudian mengikuti seluruh rangkaian aktivitas Prolanis.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Metatu, Rosaria Asna Yunani, menyambut baik inovasi tersebut. Ia menilai gaya hidup generasi muda menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyakit kronis.
"Generasi muda saat ini terbiasa tidur larut malam, makan makanan tidak bergizi sehingga risiko terkena penyakit seperti jantung koroner bahkan gagal ginjal semakin besar. Dengan adanya Prolanis Muda ini dapat mencegah kemungkinan generasi muda terkena penyakit kronis," paparnya.
Rosaria mengajak generasi muda aktif melakukan pencegahan melalui skrining riwayat kesehatan yang bisa diakses lewat aplikasi Mobile JKN, WhatsApp Pandawa 08118165165, atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terdekat. (red)










