Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Kediri mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kuno-Kini yang konsisten digelar tiga tahun berturut-turut dan dinilai bersinergi dengan program daerah. Festival ini dijadwalkan pada 14-24 Mei 2026 di Taman Hijau SLG dengan melibatkan ratusan stand UMKM untuk menciptakan perputaran ekonomi.
- Festival tahun 2026 tidak hanya menampilkan kuliner, tetapi juga wastra, sastra, dan kriya khas Kediri, dengan unsur sastra sebagai poin penting yang jarang disentuh dalam festival modern. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya menikmati kuliner, tetapi juga lebih mengenal kekayaan budaya lokal.
- Partisipasi peserta terus meningkat signifikan dari 215 stand (2024) menjadi 245 stand (2025), dan pada 2026 dibatasi 348 stand dari 500 pendaftar. Festival mengusung tema menggabungkan unsur masa lalu dan masa kini dalam satu area.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkab Kediri mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kuno-Kini yang konsisten digelar selama 3 tahun terakhir. Dengan konsep berbeda setiap tahunnya, festival ini mampu menarik ribuan pengunjung.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menyebut penyelenggara festival telah konsisten mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah setempat. Ia menilai sinergi ini berperan penting dalam mendorong pembangunan daerah.
Festival Kuno-Kini 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-24 Mei di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG). Ratusan stand UMKM terlibat dalam kegiatan ini, yang diyakini mampu menciptakan perputaran ekonomi besar di Kabupaten Kediri.
"Festival semacam ini menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan semangat bagi para pelaku UMKM," kata Dewi saat pembukaan, Kamis (14/5/2026) malam.
Ia menambahkan, konsep tahun ini tidak hanya menghadirkan kuliner, tetapi juga wastra, sastra, dan kriya khas Kediri. Unsur sastra disebutnya sebagai hal yang jarang disentuh dalam festival modern.
"Kita tahu bahwa Kediri memiliki banyak kekayaan budaya, utamanya sastra. Dan ini menjadi salah satu poin penting dalam festival ini," ungkapnya.
Dewi berharap masyarakat tidak hanya menikmati kuliner, tetapi juga mengenal lebih dekat hasil budaya lokal, mulai dari motif kain khas, produk kriya, hingga karya kreatif lain.
Festival Kuno-Kini mengusung tema menggabungkan unsur masa lalu dan masa kini dalam satu area. Partisipasi peserta terus meningkat: tahun 2024 diikuti 215 stand, tahun 2025 menjadi 245 stand, dan tahun 2026 dibatasi 348 stand dari total 500 pendaftar. (uji/mar)










