Ringkasan Berita
- Muhammad Erlita, jemaah haji disabilitas asal Aceh, tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji bersama istrinya setelah menunggu sejak tahun 2012.
- Sebagai pegawai negeri di Aceh Selatan, Erlita memiliki tekad kuat dan tidak mengeluh atas keterbatasan fisiknya, meyakini setiap kekurangan pasti disertai kelebihan.
- Harapan utama Erlita selama di tanah suci adalah mencapai haji mabrur (diterima) tanpa meminta hal-hal duniawi lainnya.
- Kedatangannya disambut oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, menunjukkan dukungan bagi jemaah disabilitas.
- Kisahnya menginspirasi bahwa niat dan kesabaran selama 14 tahun akhirnya terwujud, menekankan sisi spiritual dari perjalanan hajinya.
Laporan M. Sulthon Neagara, wartawan HARIAN BANGSA & BANGSAONLINE di Arab Saudi/Media Center Haji 2026.
JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Muhammad Erlita, jemaah haji disabilitas asal Aceh yang tergabung dalam kloter BTJ 9 telah tiba di bandara King Abdul Aziz Jeddah pada Kamis (14/5/2026) pukul 21.45 waktu Arab Saudi.
Setibanya di Bandara Jeddah, ia langsung disambut oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di bandara.
Erlita mengaku senang, karena telah berniat sejak lama untuk bisa ke Baitullah dan menunaikan ibadah haji bersama istrinya.
“Senang karena sudah pasang niat sejak lama, nunggu 14 tahun, dari tahun 2012,” ucap Erlita kepada Media Center Haji (MCH).
Harapan Erlita pun di tanah suci tak muluk, tak meminta apapun, kecuali mabrur.
Erlita merupakan seorang pegawai negeri di Pemerintah Daerah di Aceh Selatan. Sejak kecil, ia suka mengikuti berbagai lomba.
Walaupun memiliki keterbatasan, ia tak mengeluh, karena dia yakin, dibalik keterbatasan, pasti ada kelebihan.
“Ada kelebihan, ada kekurangan, itulah keadilan Allah,” katanya. (msn)










