Ringkasan Berita
- Tim kepolisian masih melakukan olah TKP dan rekonstruksi untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
- Kebakaran yang terjadi pada Jumat pagi telah dipadamkan, namun suasana mencekam masih dirasakan terutama oleh pasien dan keluarga di Instalasi Gawat Darurat yang berdekatan dengan gedung kebakaran.
- Proses evakuasi saat kejadian berlangsung dramatis dengan ratusan tenaga kesehatan memindahkan pasien-pasien kritis menggunakan brankar ke area yang lebih aman.
- Warga menekankan perlunya evaluasi total terhadap sistem proteksi kebakaran dan keselamatan bangunan di rumah sakit besar tersebut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Tim gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Gubeng kembali mendatangi lokasi kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Sabtu (16/5/2026) siang.
Mulai pukul 14.00 WIB, petugas menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan sekaligus rekonstruksi guna mengusut tuntas penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Jumat (15/5/2026) pagi kemarin.
Pantauan di lokasi menunjukkan Tim Labfor Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, dan Polsek Gubeng mengawali kegiatan dengan apel pengarahan. Setelah itu, penyisiran intensif langsung dilakukan mulai dari lantai dasar—khususnya di ruang pusat panel listrik—hingga merembet ke lantai 5 yang menjadi titik utama amukan si jago merah.
Di lokasi, tampak Kanit Identifikasi Polrestabes Surabaya Iptu Simanjuntak dan Kanit Reskrim Polsek Gubeng Iptu Dwi Susanto memimpin jalannya pencarian barang bukti dan material yang hangus terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun rumah sakit belum bisa memberikan keterangan resmi terkait hasil temuan awal mereka.
Meski api sudah berhasil dipadamkan sejak kemarin, suasana mencekam rupanya masih menyelimuti kompleks rumah sakit terbesar di Jawa Timur ini. Pasien dan keluarga yang berada di gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD)—yang posisinya bersebelahan persis dengan Gedung PPJT—mengaku sangat was-was dan takut akan adanya kebakaran susulan.
Rasa khawatir itu diungkapkan oleh Imron, seorang warga asal Jember yang sengaja datang ke Surabaya untuk menjaga saudaranya yang tengah dirawat akibat luka bakar.
"Saya baru datang dan langsung dapat kabar dari adik (pasien perawatan di IGD) bahwa ruangan di gedung sebelah terbakar, yang berdekatan dengan ruang perawatan. Ya khawatir, was-was. Makanya harus siap sedia," ujar Imron kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (16/5/2026).
Melihat skala rumah sakit sebesar RSUD Dr. Soetomo, Imron menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem proteksi kebakaran dan skema keselamatan bangunan agar berfungsi optimal saat darurat.
"Was-was pasti. Makanya saya dipanggil datang dari Jember, semoga ini yang terakhir dan ada perhatian khusus ya," harap Imron.
Cerita menegangkan juga datang dari Maimunah, penunggu pasien lainnya yang berada di area gedung saat kebakaran pecah. Ia mengaku sedang menunggu saudaranya yang menjalani operasi ketika alarm bahaya berbunyi, memicu kepanikan massal hingga membuat orang-orang berhamburan menyelamatkan diri.
Dari pengamatannya, proses evakuasi berlangsung sangat dramatis. Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dan petugas rumah sakit bahu-membahu memindahkan pasien-pasien kritis dari gedung jantung.
"Alhamdulillah tidak ke mana-mana. Hanya di lantai atas itu saja katanya yang terdampak," cerita Maimunah.
Ia menggambarkan bagaimana situasi koridor rumah sakit saat itu dipenuhi dengan hilir mudik tempat tidur pasien.
"Iya dari pintu depan itu, ada yang ke pintu IGD, kan tembus ya, lalu ada yang dibawa ke pintu timurnya juga," ungkap Maimunah menggambarkan rute evakuasi menggunakan brankar berjalan.
Tak hanya di dalam gedung, ketegangan juga terlihat jelas di jalur luar rumah sakit. Maimunah menyaksikan langsung armada pemadam kebakaran yang berjejer memenuhi kawasan Jalan Dharmawangsa guna menjinakkan api.
"Montor klonengnya (mobil pemadam) banyak, lebih mungkin 9 ya," pungkasnya. (rus/rev)










