Pelajar di Kejayan Pasuruan Luka-Luka Akibat Petasan Rakitan yang Meledak

Ringkasan Berita
  • Pelajar SMP berusia 15 tahun di Pasuruan mengalami luka serius akibat petasan rakitan yang meledak saat ia merakitnya sendiri di teras rumah. Korban mengalami luka pada tangan dan wajah sehingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
  • Ledakan petasan tersebut diselidiki oleh Satreskrim Polres Pasuruan dengan mengamankan barang bukti di TKP. Bukti yang diamankan antara lain sisa kemasan paket, kertas, tali, batu, dan besi pengait yang diduga berkaitan dengan perakitan.
  • Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui asal bahan peledak yang digunakan serta penyebab pasti ledakan. Warga setempat sempat memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke rumah sakit.

PASURUAN,BANGSAONLINE.com -Seorang pelajar berinisial MIM (15), warga Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, mengalami luka parah setelah petasan yang diduga dirakitnya meledak, Senin (18/5/2026) sore.

Akibat insiden tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedarsono karena mengalami luka serius di bagian tangan dan wajah.

Kepala Seksi Humas Polres Pasuruan Joko Suseno mengatakan, peristiwa itu terjadi di Dusun Miraan Krajan, Desa Wangkal Wetan, Kecamatan Kejayan.

“Korban diketahui saat meledak seorang diri di teras,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Menurut Joko, ledakan bermula saat korban diduga merakit petasan seorang diri di teras rumahnya. Namun, rangkaian petasan tersebut tiba-tiba meledak dengan daya ledak cukup kuat.

Akibat ledakan itu, pelajar SMP tersebut mengalami luka serius pada pergelangan tangan kiri, jari tangan kanan, serta luka bakar di bagian wajah.

Warga yang mendengar suara ledakan langsung mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan sebelum korban dibawa ke rumah sakit.

Setelah kejadian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perakitan petasan.

Barang bukti yang diamankan antara lain sisa bubble wrap pembungkus paket, sobekan kertas, tali tampar berwarna biru, batu di dalam kantong plastik, serta besi pengait bergagang kayu.

Hingga kini, Satreskrim Polres Pasuruan masih menyelidiki asal bahan peledak yang digunakan korban.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui asal-usul bahan peledak serta bagaimana rangkaian petasan tersebut bisa memicu ledakan,” ungkap Joko.