Ringkasan Berita
- Pemkab Jombang mengebut pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat 08 yang progresnya mencapai 58%, dengan target selesai dan siap beroperasi secara fungsional pada akhir Juni 2026.
- Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) segera dibuka untuk semua jenjang (SD, SMP, SMA) sesuai arahan Kementerian Sosial, dengan kuota masing-masing jenjang sebanyak tiga rombel berisi 30 murid per kelas.
- Program Sekolah Rakyat difokuskan untuk anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah (desil 1 dan 2) dan memberikan fasilitas lengkap secara gratis (SPP, makan-minum, perlengkapan sekolah) untuk memutus mata rantai kemiskinan.
- Fasilitas vital yang sedang dibangun meliputi asrama siswa, masjid, dan kantin, yang menegaskan pendekatan pendidikan berasrama untuk mendukung siswa secara holistik.
- Kesiapan infrastruktur dan proses penerimaan siswa baru dilakukan secara terpadu untuk menjamin kelancaran dimulainya tahun ajaran baru.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jombang terus mematangkan persiapan infrastruktur pendidikan menjelang tahun ajaran baru. Bupati Jombang, Warsubi, turun langsung meninjau proyek pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) 08 di Desa Tunggorono, Rabu (19/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas penunjang siap digunakan tepat waktu menyambut siswa baru. Saat ini, progres fisik pembangunan dilaporkan mencapai 58 persen.
Sejalan dengan percepatan proyek, Pemkab Jombang juga mulai menyiapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sesuai arahan Kementerian Sosial (Kemensos).
"Kemensos memberikan arahan kepada Pemkab Jombang untuk segera membuka registrasi siswa baru di semua tingkatan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Targetnya, tiap jenjang akan membuka tiga rombongan belajar dengan kuota 30 murid di setiap kelasnya," kata Warsubi.
Disampaikan olehnya bahwa Pemkab Jombang menargetkan pembangunan rampung pada 27 Juni 2026 dengan fokus pada fasilitas vital seperti asrama siswa, masjid, dan kantin.
Warsubi menegaskan, program Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, dengan prioritas penerimaan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah (desil 1 dan 2).
"Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak. Mulai dari biaya SPP, fasilitas makan dan minum sehari-hari, hingga perlengkapan sekolah, semuanya disediakan gratis oleh pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang dari PT Waskita, Taufik, menyatakan optimisme di mana gedung dapat mulai beroperasi secara fungsional pada 20 Juni 2026.
"Kita berkomitmen penuh untuk menyelaraskan ritme kerja sesuai dengan instruksi pemerintah pusat. Tanggal 20 Juni gedung sudah bisa mulai dioperasikan secara fungsional," tuturnya. (aan/mar)










