Ringkasan Berita
- Pemkot Kediri sedang melakukan verifikasi dan validasi data DTSEN untuk menciptakan data terbaru, valid, dan akurat sebagai dasar penyaluran bantuan sosial, guna menjawab aduan masyarakat dan memastikan bantuan tepat sasaran.
- Proses pendataan dilakukan door to door pada 36 ribu lebih Kepala Keluarga desil 1-4 dari 18 Mei hingga 30 Juni 2026, dengan melibatkan lebih dari 100 petugas yang telah diberikan arahan teknis untuk menjamin profesionalisme dan akurasi data.
- Hasil verifikasi akan diserahkan ke Kementerian Sosial dan BPS Pusat untuk pemeringkatan ulang, karena kewenangan menentukan peringkat penerima bantuan sepenuhnya berada di pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.
- Pemasangan stiker pada rumah kategori desil 1 akan dilakukan sebagai penanda transparansi untuk memudahkan pengawasan dan memastikan bantuan diterima oleh masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Masyarakat diajak untuk mendukung dengan menyiapkan KTP dan KK serta bekerjasama dengan RT/RW, guna menciptakan data sosial yang akurat sehingga bantuan sosial ke depan semakin tepat sasaran dan bermanfaat.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) saat ini tengah melakukan verifikasi, dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terintegrasi dengan data daerah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjawab berbagai aduan masyarakat terkait penerima bantuan sosial, sekaligus menghadirkan data yang terbaru, valid dan akurat sebagai dasar penyaluran bantuan sosial pusat maupun daerah.
DTSEN merupakan basis data terpadu yang digunakan pemerintah sebagai acuan dalam penyaluran bantuan sosial dan program kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinsos Kota Kediri, Imam Muttaqin, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, pemutakhiran data penting dilakukan agar data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sehingga bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah bisa lebih tepat sasaran dan tepat manfaat bagi masyarakat Kota Kediri.
“Selama ini masih ada aduan terkait bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran. Tantangan terbesar adalah kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sangat dinamis. Ada masyarakat yang sebelumnya layak menerima bantuan namun kondisinya sudah membaik, begitu juga sebaliknya,” kata Imam.
Verifikasi dan validasi dijadwalkan mulai tanggal 18 Mei hingga 30 Juni 2026 dan dilakukan pada masyarakat desil 1-4 dengan menyasar lebih dari 36 ribu Kepala Keluarga. Mekanisme pendataan dilakukan secara door to door oleh petugas survei yang dibekali surat tugas serta identitas resmi.
Petugas akan mencocokkan data dengan kondisi sebenarnya di lapangan, mulai dari identitas keluarga, kondisi tempat tinggal, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Pelaksanaan survei ini Gratis dengan melibatkan lebih dari 100 petugas dari unsur TRC, Tagana, dan relawan sosial. Kita pastikan proses pendataan berjalan profesional dan akurat, untuk itu sebelum turun ke lapangan, seluruh petugas kita berikan arahan teknis terkait mekanisme survei dan tata cara pendataan,” urai Imam.
Selanjutnya, hasil verifikasi dan validasi akan disampaikan ke Kementerian Sosial dan diteruskan ke BPS Pusat untuk dilakukan pemeringkatan ulang. Kepala Dinsos Kota Kediri mengatakan, "Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan peringkat, karena proses pemeringkatan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.”
Dalam kegiatan ini juga akan dilakukan pemasangan stiker pada rumah masyarakat desil 1. Pemasangan stiker dilakukan sebagai bentuk penanda bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Harapannya, data penerima bantuan menjadi lebih transparan dan memudahkan proses pengawasan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Imam mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kegiatan ini demi terciptanya data sosial yang akurat dan terpercaya. Masyarakat hanya perlu menyiapkan dokumen seperti KTP dan KK saat petugas datang.
“Kami juga meminta bantuan RT/RW untuk mendampingi dan membantu petugas menunjukkan lokasi sasaran survei. Dengan kerja sama semua pihak dan kejujuran masyarakat, kami berharap bantuan sosial ke depan bisa semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (uji/mar)










