BPJS Kesehatan Ingatkan ini di Hari Hipertensi Sedunia

Ringkasan Berita
  • Hipertensi adalah silent killer yang berisiko menyebabkan stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal tanpa gejala jelas, sehingga memerlukan perhatian serius.
  • Pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, mengurangi garam, olahraga rutin, mengelola stres, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
  • BPJS Kesehatan menyediakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB) di FKTP untuk membantu peserta mengontrol hipertensi dengan layanan rutin dan edukasi.
  • Deteksi dini risiko penyakit dapat dilakukan melalui Skrining Riwayat Kesehatan di aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, atau langsung di FKTP.
  • Kesadaran dan tindakan dini sangat penting, seperti yang dialami peserta JKN yang baru menyadari hipertensi setelah pemeriksaan dan kini rutin menjaga kesehatan.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala jelas dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Momentum Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap Mei menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli menjaga kesehatan sejak dini.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menegaskan hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perhatian serius.

"Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal yang membutuhkan terapi jangka panjang seperti cuci darah. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang," ujarnya pada Senin (18/5/2026).

Langkah pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, mengelola stres, dan pemeriksaan kesehatan berkala. 

BPJS Kesehatan juga mendorong peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional aktif menjaga kondisi melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang tersedia di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Melalui Prolanis, peserta mendapatkan layanan pemeriksaan rutin, edukasi, pemantauan kesehatan, hingga pendampingan agar penyakit tetap terkontrol. Peserta dengan kondisi stabil juga dapat memanfaatkan Program Rujuk Balik (PRB) untuk pelayanan dan pengambilan obat di FKTP.

BPJS Kesehatan turut mengajak masyarakat melakukan deteksi dini risiko penyakit melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat diakses lewat aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, maupun langsung di FKTP.

Manfaat program ini dirasakan Lestari (57), peserta JKN yang rutin mengikuti Prolanis. Ia mengaku baru menyadari hipertensi setelah pemeriksaan kesehatan.

"Sekarang saya rutin kontrol kesehatan, mulai olahraga, dan menjaga pola makan. Saya jadi sadar kalau kesehatan memang harus dijaga sebelum kondisi semakin parah," katanya. (red)