Mudahkan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Digital

Ringkasan Berita
  • BPJS Kesehatan memperkenalkan inovasi layanan digital non tatap muka untuk memudahkan peserta JKN mengakses berbagai layanan administrasi secara praktis tanpa harus datang ke kantor cabang.
  • Layanan digital yang tersedia meliputi aplikasi Mobile JKN (untuk pendaftaran, antrean online, skrining kesehatan, dan informasi tagihan), Pandawa via WhatsApp, serta Care Center 165 yang beroperasi 24 jam.
  • Transformasi digital ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjadikan layanan lebih dekat dengan masyarakat, dengan respons positif dari peserta seperti Lina yang merasakan kemudahan dan kecepatan proses.

MADIUN, BANGSAONLINE.com BPJS Kesehatan terus menghadirkan inovasi layanan non tatap muka untuk memudahkan peserta JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional mengakses administrasi tanpa harus datang ke kantor cabang. Transformasi digital ini menjadi bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kepala BPJS Kesehatan Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyebut layanan digital memungkinkan peserta mengurus administrasi secara praktis.

"Melalui layanan non tatap muka, peserta dapat mengakses berbagai layanan administrasi JKN secara lebih praktis. Mulai dari pengecekan status kepesertaan, perubahan data, pengaduan, hingga pembayaran iuran," ujarnya pada Selasa (20/5/2026).

Salah satu kanal yang banyak dimanfaatkan adalah aplikasi Mobile JKN. Peserta dapat menggunakan fitur pendaftaran peserta baru, antrean online di fasilitas kesehatan, skrining riwayat kesehatan, informasi tagihan iuran, riwayat pelayanan, hingga perubahan data.

Selain itu, BPJS Kesehatan menyediakan layanan Pandawa melalui WhatsApp di nomor 0811-8165-165, serta Care Center 165 yang beroperasi 24 jam untuk informasi dan pengaduan.

"Layanan PANDAWA sangat membantu peserta yang memiliki keterbatasan waktu atau lokasi. Cukup melalui WhatsApp, peserta sudah bisa mengakses berbagai layanan administrasi dengan cepat dan mudah," kata Ita, sapaan akrab Kepala BPJS Kesehatan Madiun.

Menurut dia, transformasi digital ini bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kemudahan layanan digital dirasakan langsung oleh Lina (38), warga Kabupaten Madiun.

"Sekarang semuanya lebih praktis karena cukup lewat HP. Waktu mau ubah data peserta, saya pakai layanan PANDAWA dan prosesnya cepat sekali. Jadi tidak perlu datang dan antre di kantor BPJS Kesehatan," ungkapnya. (red)