Ringkasan Berita
- Aston Madiun Hotel & Conference Center menyelenggarakan Tropical Beverage Competition 2026 dengan 40 peserta dari pelajar hingga profesional, yang bertujuan mendukung kreativitas generasi muda di bidang minuman dan perhotelan.
- Peserta diuji untuk meracik minuman orisinal berbahan buah tropis segar dengan teknik modern, lalu mempresentasikan filosofi minuman mereka dalam waktu 20 menit di hadapan dewan juri.
- Penilaian kompetisi sangat ketat dan holistik, mencakup presentasi, rasa, orisinalitas, karakter bahan tropis, efisiensi kerja, serta manajemen sisa bahan (left over) untuk aspek keberlanjutan.
- Kompetisi ini direncanakan menjadi acara tahunan, dengan panitia telah mengajak partisipasi lagi untuk edisi 2027, dan pemenang memperebutkan gelar juara serta hadiah voucher menginap di hotel tersebut.
KOTA MADIUN,BANGSAONLINE.com - Sebanyak 40 peserta dari kalangan pelajar hingga profesional mengikuti ajang Tropical Beverage Competition 2026 yang digelar Aston Madiun Hotel & Conference Center di area poolside hotel setempat, 21 Mei 2026.
Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi para barista untuk menunjukkan kreativitas dalam meracik minuman berbahan tropis lokal.
Para peserta juga memperebutkan gelar juara serta hadiah utama berupa voucher menginap di Aston Madiun.
General Manager Aston Madiun Hotel & Conference Center, Danie R. Lapod, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen hotel dalam mendukung kreativitas generasi muda di bidang minuman dan pelayanan perhotelan.
"Penyelenggaraan Tropical Beverage Competition 2026 ini merupakan komitmen berkelanjutan kami dalam memberikan wadah bagi para talenta muda untuk berinovasi meracik minuman segar khas tropis dengan standar pelayanan hotel berbintang," kata Danie R. Lapod, Selasa (26/5/2026).
Pada kompetisi tahun ini, peserta ditantang menggunakan bahan buah tropis segar yang dipadukan dengan teknik peracikan modern.
Setiap peserta diwajibkan menciptakan satu resep orisinal dengan menonjolkan rasa dan estetika penyajian.
Para kontestan juga harus mempresentasikan filosofi di balik minuman yang dibuat dalam waktu maksimal 20 menit di hadapan dewan juri.
Panitia menerapkan standar penilaian ketat untuk mendorong lahirnya kreasi minuman baru yang berpotensi menjadi tren pada 2026.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh mulai aspek presentasi, ketepatan porsi, hingga orisinalitas menu.
Dewan juri juga memberikan perhatian khusus pada karakter bahan tropis yang digunakan peserta dalam setiap racikan minuman.
Selain keseimbangan rasa, efisiensi kerja peserta turut menjadi bagian dari penilaian.

Jumlah sisa bahan atau left over yang terbuang dipantau sebagai bagian dari aspek keberlanjutan dalam kompetisi tersebut.
Melalui parameter penilaian tersebut, peserta terbaik dinilai tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga manajemen kerja yang baik.
Aston Madiun memastikan kompetisi tersebut akan digelar secara rutin setiap tahun.
Pihak penyelenggara juga mengajak para barista dan pecinta dunia minuman untuk kembali berpartisipasi pada Tropical Beverage Competition tahun 2027. (dro/van)








