Ringkasan Berita
- BMKG menegaskan bediding adalah fenomena musiman yang terjadi akibat berkurangnya tutupan awan, bukan kejadian cuaca ekstrem yang 'melanda'. Kondisi ini disebabkan oleh radiasi balik bumi yang langsung terlepas ke atmosfer dan diperkuat oleh aliran udara kering dari Australia.
- Fenomena ini tidak merata di seluruh Indonesia, melainkan terjadi di wilayah dengan langit cerah, kelembapan rendah, dan curah hujan berkurang. Wilayah yang lebih awal merasakan meliputi NTT, NTB, Bali, Jawa bagian selatan, dataran tinggi Jawa, serta Sumatera Selatan dan Lampung.
- Bediding biasanya mulai terasa pada Juni dan meningkat di Juli-Agustus, terutama saat malam cerah dan angin timuran (Monsun Australia) menguat. BMKG menyarankan masyarakat mengenakan pakaian hangat dan memperbanyak minum air putih untuk menjaga kenyamanan.
BANGSAONLINE.com - BMKG meluruskan narasi yang berkembang di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena bediding, atau penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari bukan merupakan kejadian cuaca ekstrem.
“Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang ‘melanda’ seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan,” kata Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, Sabtu (6/6/2026).
Ia menjelaskan, rasa dingin tersebut terjadi karena radiasi balik dari bumi dapat langsung dilepaskan ke atmosfer akibat tidak adanya awan. Kondisi ini diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara serta pengaruh aliran massa udara kering dari Australia.
Fenomena bediding biasanya mulai terasa pada Juni dan meningkat pada Juli hingga Agustus, terutama saat cuaca malam hari cerah dan angin timuran atau Monsun Australia menguat.
BMKG menegaskan fenomena ini tidak terjadi merata di seluruh Indonesia, melainkan di wilayah dengan langit cerah, kelembapan rendah, dan curah hujan berkurang.
Wilayah yang lebih awal merasakan kondisi ini meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa bagian selatan, kawasan dataran tinggi di Jawa, serta sebagian Sumatera bagian selatan seperti Sumatera Selatan dan Lampung.
BMKG menyarankan masyarakat mengenakan pakaian hangat dan memperbanyak konsumsi air putih agar tetap nyaman beraktivitas. (rom)










