YouTube Hidupkan Kembali Fitur Direct Message

Ringkasan Berita
  • YouTube secara resmi menghidupkan kembali fitur Direct Message dan telah memperluasnya ke pengguna di Amerika Serikat melalui aplikasi mobile.
  • Fitur ini sebelumnya diuji coba di Irlandia dan Polandia pada akhir 2025, lalu diperluas ke beberapa negara Eropa pada Maret 2026 sebelum peluncuran AS.
  • Direct Message memungkinkan pengguna mengirim undangan obrolan privat untuk berbagi konten tanpa harus keluar dari aplikasi YouTube.
  • YouTube pertama kali memperkenalkan fitur ini pada 2017 tetapi menghapusnya pada 2019 karena kolom komentar lebih populer, kini menghidupkannya kembali berdasarkan permintaan pengguna.
  • YouTube berencana untuk terus memperluas pengujian fitur Direct Message ke lebih banyak negara di masa mendatang.

BANGSAONLINE.com YouTube resmi memperluas fitur Direct Message ke Amerika Serikat dan kini dapat diakses melalui aplikasi versi mobile.

Menurut informasi dari Endgadget, fitur ini sebelumnya diuji coba di Irlandia dan Polandia pada akhir 2025, kemudian diperluas ke sejumlah negara di Eropa pada Maret 2026. Kini, fitur tersebut tersedia bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di AS.

YouTube menyebut peluncuran kembali fitur pesan langsung ini merupakan salah satu permintaan terpopuler dari pengguna. 

“Momentum peresmian fitur ini didasarkan pada umpan balik positif yang diterima dari negara-negara tempat fitur ini telah aktif selama beberapa bulan terakhir,” demikian pernyataan resmi YouTube.

Fitur Direct Message memungkinkan pengguna mengirim undangan untuk mengobrol secara privat dengan memilih ikon 'Pesan' di pojok kanan atas aplikasi, lalu mengetuk opsi 'Undang untuk mengobrol'. 

Penerima undangan dapat memilih untuk menerima atau menolak. YouTube pertama kali memperkenalkan fitur pesan langsung pada 2017, namun menghapusnya pada 2019 karena interaksi publik melalui kolom komentar lebih diminati. 

Kini, fitur ini dihadirkan kembali untuk mempermudah pengguna berbagi konten tanpa harus berpindah aplikasi.

Kendati demikian, YouTube tetap menyediakan opsi berbagi konten ke aplikasi lain dan berkomitmen memperluas pengujian fitur ini ke lebih banyak negara. (rom)