Ringkasan Berita
- Kepala Bakom RI mengajak mahasiswa mendukung Presiden Prabowo dalam upaya melawan kebocoran dan pemborosan APBN.
- Pemerintah menegaskan kebijakan APBN bertujuan untuk efisiensi anggaran dan belanja negara yang lebih tepat sasaran.
- Langkah awal pemerintahan Prabowo difokuskan pada penghentian pemborosan dan peningkatan efisiensi belanja negara.
- Pembentukan Danantara disebut sebagai instrumen untuk memperkuat tata kelola aset dan kekayaan negara.
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengajak mahasiswa mendukung Presiden Prabowo dalam upaya melawan kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Qodari menegaskan bahwa Prabowo merupakan sosok yang berada di garda terdepan dalam upaya mencegah kebocoran anggaran negara.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan berbagai tuntutan yang sebelumnya disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi.
“Jadi kalau soal kebocoran, Bapak Presiden adalah panglima paling depan. Panglima dalam melawan kebocoran. Karena itu, beliau harus didukung oleh teman-teman mahasiswa,” ujar Qodari dalam keterangan Bakom, seperti dikutip Minggu (14/6/2026).
Qodari mengatakan pemerintah memastikan kebijakan yang diterapkan terhadap APBN merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran.
Selain itu, kebijakan tersebut juga bertujuan menciptakan belanja negara yang lebih tepat sasaran.
Menurut dia, langkah yang dilakukan Prabowo sejak awal masa pemerintahannya justru berfokus pada penghentian pemborosan anggaran dan peningkatan efisiensi belanja negara.
“Misalnya terkait pemborosan APBN, yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor,” tuturnya.
Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah, lanjut Qodari, adalah pembentukan Danantara.
Menurutnya, lembaga tersebut dibentuk sebagai instrumen untuk memperkuat tata kelola aset serta kekayaan negara.










