Ringkasan Berita
- Pergantian Kiswah (kain penutup Ka'bah) pada 1 Muharram melambangkan pembaruan spiritual dan pencucian diri, menandai semangat baru di tahun baru Hijriyah.
- Secara fisik, pergantian dilakukan untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan estetika Ka'bah dari keausan akibat sentuhan jutaan jemaah serta paparan cuaca sepanjang tahun.
- Kiswah terbuat dari sutra hitam berkualitas tinggi dan dihiasi kaligrafi ayat Al-Qur'an yang disulam dengan benang emas dan perak oleh pengrajin ahli di Makkah.
- Waktu pergantian resmi berubah dari 9 Dzulhijjah (saat jemaah wukuf di Arafah) menjadi 1 Muharram sejak tahun 2022 (1444 H) atas keputusan Raja Salman.
MAKKAH, BANGSAONLINE.com - Prosesi pergantian kain penutup Ka'bah atau Kiswah di Masjidil Haram yang kini rutin digelar setiap 1 Muharram bukan sekadar ritual tahunan biasa. Momen sakral ini membawa pesan mendalam sebagai simbol pembaruan spiritual sekaligus penanda lahirnya resolusi baru bagi umat muslim di seluruh dunia.
Makna ganda, baik secara lahiriah maupun batiniah, di balik tradisi ini diuraikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Erti Herlina.
"Terkait momen pergantian Kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharram ini menjadi simbol bahwa tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan pencucian diri," ujar Erti di Makkah, Senin (15/6/2026).
Secara fisik, penggantian kain hitam legam tersebut merupakan langkah krusial demi menjaga kesucian, kebersihan, dan estetika Baitullah. Mengingat sepanjang tahun bangunan suci ini dikelilingi oleh lautan manusia yang beribadah, gesekan dan sentuhan langsung pada kain tidak dapat dihindari.
Sektor perawatan fisik ini dinilai mutlak dilakukan agar Ka'bah senantiasa terjaga keagungannya. Mengingat, intensitas sentuhan tinggi. Di mana jutaan jemaah haji dan umrah menyentuh serta memegang kain penutup saat melaksanakan tawaf.
Selain itu, faktor usia kain juga menjadi alasan penggantian berkala setahun sekali untuk menjaga agar kain tidak tampak usang atau rusak akibat paparan cuaca dan interaksi manusia.
"Bayangkan, setiap orang memegang kain penutup Ka'bah itu, dan dalam satu tahun itu sudah berapa juta yang memegang, sehingga ini diperlukan pembaruan atau diganti," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erti juga menceritakan sejarah singkat pergeseran waktu prosesi pergantian Kiswah. Dahulu, kain penutup ini diganti setiap tanggal 9 Dzulhijjah, tepat ketika kondisi Masjidil Haram sedang lengang karena seluruh jemaah haji tengah melaksanakan puncaknya ibadah (wukuf) di Padang Arafah.
Namun, kebijakan tersebut resmi berubah dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.
"Saya pernah mengalami tahun 2018 itu (pergantian Kiswah) pada 9 Dzulhijjah atau malam Arafah. Raja Salman memutuskan untuk mengganti dari 9 Dzulhijjah menjadi 1 Muharram itu pada tahun 2022 atau 1444 Hijriah," kenang Erti.
Sebagai informasi, Kiswah merupakan kain penutup bernilai seni dan spiritual luar biasa. Kain ini ditenun menggunakan bahan sutra hitam murni dengan kualitas tertinggi.
Kemegahannya kian memancar berkat hiasan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur'an. Tulisan tersebut disulam secara detail menggunakan puluhan kilogram benang emas dan perak murni oleh tangan-tangan pengrajin ahli di kompleks khusus pembuatan Kiswah di Makkah.
Sesuai dengan regulasi terbaru, prosesi penurunan kain lama dan penaikan Kiswah baru yang melibatkan tim ahli otoritas Masjidil Haram dijadwalkan berlangsung khidmat pada malam nanti, menyambut detik-detik masuknya bulan suci Muharram.










