Ringkasan Berita
- Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan digelar oleh anggota DPR RI Syafiuddin di Rumah Aspirasi Song Osong Lombhung, Bangkalan, dan diikuti kader partai, tokoh muda, serta tokoh masyarakat.
- Syafiuddin menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya teori, sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa.
- Dijelaskan tantangan internal berupa rendahnya keteladanan pemimpin dan lemahnya penegakan hukum, serta tantangan eksternal dari globalisasi, teknologi, dan kapitalisme global.
- Sosialisasi bertujuan membangun ketahanan nasional berbasis masyarakat dengan menjadikan peserta sebagai agen perubahan yang menyebarkan nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
- Harapannya, peserta dapat menyampaikan kembali pemahaman yang didapat kepada masyarakat sekitar untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan NKRI.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI, Syafiuddin, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Rumah Aspirasi Song Osong Lombhung, pada Minggu (16/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Citra Bhakti Parlemen dalam Sketsa Kebangsaan dan diikuti kader partai, simpatisan, tokoh muda, serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Syafiuddin menegaskan pentingnya pemahaman 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) sebagai fondasi utama menjaga persatuan bangsa.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi yang dipelajari secara teoritis, melainkan harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pilar kebangsaan ibarat tiang penguat yang menjaga keseimbangan bangsa agar tetap kokoh menghadapi tantangan internal maupun eksternal.
Tantangan internal meliputi rendahnya keteladanan sebagian pemimpin dan lemahnya penegakan hukum, sementara tantangan eksternal datang dari derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi informasi, hingga pengaruh kapitalisme global.
Menurut dia, sosialisasi ini penting untuk membangun ketahanan nasional berbasis masyarakat. Tokoh muda, kader, dan simpatisan diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
“Minimal apa yang didapat hari ini dapat disampaikan kembali kepada lingkungan sekitar. Dengan begitu, masyarakat akan semakin memahami makna 4 Pilar Kebangsaan dan mampu mengimplementasikannya demi menjaga persatuan, kerukunan, dan keutuhan NKRI,” pungkasnya. (uzi/mar)










