Ringkasan Berita
- Sekitar 17.000 santri dan masyarakat Kota Kediri mengikuti Istighotsah dan doa bersama menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah di halaman Balai Kota. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan spiritual masyarakat dengan tema menyongsong masa depan yang gemilang.
- Tokoh penting yang hadir meliputi Ketua MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Wali Kota Kediri, Wakil Wali Kota, pengasuh Ponpes Lirboyo, Ketua PCNU Kota Kediri, dan Kapolres Kediri Kota. Mereka menyampaikan apresiasi dan menekankan kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan, toleransi, dan sarana muhasabah.
- Rangkaian acara mencakup pembacaan Al-Qur'an, istighotsah, doa akhir dan awal tahun, salat berjamaah, sambutan tokoh, serta mauidhoh hasanah. Kapolres menegaskan momentum 1 Muharam sebagai waktu introspeksi dan mempererat persaudaraan untuk membangun kota yang aman dan damai.
- Wali Kota Kediri mengajak masyarakat berdoa agar Kota Kediri menjadi kota yang aman, rukun, ekonomi tumbuh, pemuda berprestasi, dan ulama sehat membimbing umat. Acara berlangsung aman dan tertib, mencerminkan sinergi pemerintah, TNI-Polri, ulama, dan masyarakat.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sekitar 17.000 santri dan masyarakat Kota Kediri mengikuti Istighotsah dan Doa Bersama menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di halaman Balai Kota Kediri, Senin (15/6/2026) sore hingga malam.
Kegiatan bertema 'Bermunajat untuk Menyongsong Masa Depan yang Gemilang, Mari Kita Satukan Tekad dan Doa Demi Keselamatan, Keberkahan, dan Kemajuan Kota Kediri yang Semakin MAPAN' ini menjadi momentum refleksi dan penguatan spiritual masyarakat.
Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Ketua MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimmudin Thoha, Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Kafabihi Mahrus, Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abduljalil (Gus Ab), serta Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim.
Gus Ab menyampaikan apresiasi atas kehadiran Forkopimda dan menilai kegiatan doa bersama sebagai wujud kebersamaan masyarakat dalam memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, dan toleransi.
Sementara itu, Wali Kota Kediri mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana muhasabah.
“Kita berdoa agar Kota Kediri selalu menjadi kota yang aman, teduh, masyarakatnya rukun, ekonominya tumbuh, anak-anak mudanya berprestasi, dan para ulama senantiasa diberikan kesehatan untuk membimbing umat,” ujarnya.
Rangkaian acara meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istighotsah, doa akhir dan awal tahun, salat berjamaah, sambutan tokoh, hingga mauidhoh hasanah oleh KH. Anwar Iskandar.
Kapolres Kediri Kota menekankan pentingnya momentum 1 Muharam sebagai sarana introspeksi dan memperkuat kebersamaan menjaga keamanan serta kerukunan.
“Momentum 1 Muharam ini bukan hanya pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Kediri yang aman, damai, dan penuh keberkahan,” katanya.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib, mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, ulama, tokoh agama, dan masyarakat dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. (uji/mar)










