Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Pemuda Bergerak dari Organisasi ke Aksi Nyata

Ringkasan Berita
  • Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan berkomitmen memperkuat peran pemuda melalui pembinaan organisasi, pelatihan kepemimpinan interaktif, dan dukungan aksi sosial untuk mengatasi tantangan apatisme pemuda.
  • DPRD menekankan pentingnya regulasi dan transparansi anggaran agar organisasi kepemudaan tidak sekadar formalitas, serta perlunya peningkatan kapasitas melalui literasi digital, kewirausahaan, dan manajemen konflik.
  • Sejumlah aksi nyata pemuda seperti pengelolaan bank sampah desa, perpustakaan keliling, dan wirausaha dengan pemasaran digital sudah diapresiasi sebagai contoh gerakan yang berdampak.
  • Kunci keberhasilan gerakan pemuda terletak pada konsistensi dan kolaborasi antarorganisasi, dengan dukungan pemerintah dan DPRD dalam memfasilitasi aturan dan anggaran.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pemuda melalui pembinaan organisasi, pelatihan kepemimpinan, dan dukungan aksi sosial. 

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertema 'Dari Organisasi ke Aksi: Pemuda Bergerak, Pasuruan Melesat' bersama anggota dewan Abdul Karim, Faizaturrohmah, dan Munawir Abdul Salam di program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat.

Munawir Abdul Salam menyoroti tantangan apatisme pemuda yang dinilai muncul akibat kurangnya wadah relevan dengan zaman. 

“Pemuda sebenarnya punya energi besar, mereka hanya butuh pemantik,” ujarnya 

Sedangkan Abdul Karim menekankan pentingnya regulasi dan transparansi anggaran agar organisasi kepemudaan tidak sekadar formalitas. 

Sementara itu, Faizaturrohmah menambahkan perlunya peningkatan kapasitas melalui literasi digital, kewirausahaan, dan manajemen konflik.

Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan juga mendorong pelatihan kepemimpinan yang lebih interaktif dan berbasis simulasi kasus nyata. 

“Pemimpin hebat lahir dari kemampuannya merangkul masyarakat, bukan hanya dari ruangan ber-AC,” kata Abah Wir, sapaan akrab Munawir Abdul Salam.

Sejumlah aksi nyata pemuda di Kabupaten Pasuruan turut diapresiasi, seperti pengelolaan bank sampah desa, perpustakaan keliling, serta wirausaha muda yang mengolah produk lokal dengan pemasaran digital. 

DPRD Kabupaten Pasuruan berkomitmen mengawal agar program lintas dinas mendukung gerakan tersebut. Meski menghadapi tantangan anggaran dan benturan ideologi, dewan menegaskan bahwa konsistensi dan kolaborasi antarorganisasi menjadi kunci. 

“Pemerintah dan DPRD siap memfasilitasi aturan dan anggarannya. Jadikan organisasi kalian sehat dan berorientasi pada kemajuan daerah,” ucap Cak Karim. (red)