Orang Tua Rela Antre Tengah Malam demi SPMB, Dewan Pendidikan Kota Batu Soroti Tingginya Minat

Ringkasan Berita
  • DPKB Kota Batu melakukan monitoring dan evaluasi SPMB di empat SMP negeri untuk memastikan prinsip objektivitas, transparansi, dan keadilan.
  • Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari orang tua yang mengantre sejak dini hari (00.00 WIB di SMPN 1, 03.00 WIB di SMPN 4) untuk mendaftarkan anak ke sekolah negeri favorit.
  • Tim menemukan perubahan data pada jalur afirmasi di dua SMP dan akan melaporkannya secara terbuka agar kuota terisi sesuai prosedur.
  • Monev tidak hanya memeriksa administrasi, tetapi juga memastikan kesempatan pendidikan yang setara dan bermartabat bagi semua anak.
  • DPKB akan terus mengawal tahapan SPMB untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Kota Batu.

KOTA BATU,BANGSAONLINE.comDewan Pendidikan Kota Batu (DPKB) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di empat SMP negeri di Kota Batu, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 4.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, serta bebas dari diskriminasi.

Ketua Tim Monev sekaligus Ketua DPKB, Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd., mengatakan secara umum pelaksanaan SPMB di Kota Batu berlangsung tertib dan lancar. Namun, pihaknya mencatat tingginya antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri, khususnya sekolah yang menjadi favorit.

“Di SMP Negeri 1, sejumlah orang tua sudah datang sejak pukul 00.00 WIB untuk mendapatkan nomor antrean. Di SMP Negeri 4, ada yang hadir mulai pukul 03.00 WIB. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri kita,” ujarnya.

Menurut Atok, tingginya minat masyarakat tersebut patut diapresiasi. Meski demikian, ia berharap sistem informasi dan pelayanan dapat terus ditingkatkan agar orang tua tidak perlu datang dan mengantre sejak dini hari.

Selain memantau proses pendaftaran, tim monev juga menemukan adanya perubahan data pada jalur afirmasi. Di SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 4 masing-masing terdapat satu calon murid yang mengundurkan diri dari proses penerimaan.

Perubahan tersebut telah dicatat dan akan dilaporkan secara terbuka guna memastikan pengisian kuota tetap berjalan sesuai prosedur tanpa mengganggu keseluruhan proses seleksi.

“Monev ini tidak hanya memeriksa administrasi, tetapi memastikan kesempatan yang adil bagi semua anak. Keberhasilan SPMB bukan hanya soal kelancaran teknis, tetapi menjamin hak pendidikan yang setara dan bermartabat,” tegas Atok.

Ia menambahkan, DPKB akan terus mengawal seluruh tahapan SPMB agar pelaksanaannya tetap sesuai regulasi serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Kota Batu. (adi/van)