BMKG Catat Suhu Bromo Turun hingga 4 Derajat Celsius

Ringkasan Berita
  • BMKG mencatat suhu signifikan turun hingga 4-5°C di kawasan pegunungan Jawa Timur seperti Bromo dan Semeru pada musim kemarau ini. Suhu terdingin biasanya terjadi antara pukul 23.00 hingga 01.00 dini hari.
  • Fenomena suhu rendah ini masih dinilai normal, meski terdapat selisih 1-2°C dibanding tahun sebelumnya. Kondisi dingin diprakirakan berlanjut hingga puncak musim kemarau Agustus-awal September 2026.
  • Fenomena ini dapat memunculkan embun es atau embun upas di kawasan pegunungan, yang kerap menjadi daya tarik wisatawan di Bromo.

BANGSAONLINE.com BMKG mencatat penurunan suhu signifikan di kawasan pegunungan Jawa Timur selama musim kemarau tahun ini. Suhu terendah terpantau di sekitar Gunung Bromo dan Semeru.

Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, menyebut suhu di kawasan Bromo sempat mencapai 4-5 derajat Celsius. 

“Kalau di Bromo kemarin tercatat sekitar empat sampai lima derajat Celsius,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, suhu dingin ekstrem biasanya terjadi pada malam hingga dini hari ketika pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung maksimal. 

“Biasanya suhu paling dingin dirasakan mulai malam menjelang dini hari, sekitar pukul 23.00 hingga 01.00,” katanya.

Kendati demikian, BMKG menilai fenomena bediding tahun ini masih dalam kategori normal. 

“Kalau secara umum masih normal. Mungkin ada selisih satu sampai dua derajat dibanding tahun sebelumnya, tetapi masih dalam batas normal,” ucap Andrie.

BMKG memperkirakan suhu dingin akan terus dirasakan hingga puncak musim kemarau pada Agustus hingga awal September 2026, sebelum memasuki masa pancaroba. 

Fenomena suhu rendah di kawasan pegunungan bahkan dapat memunculkan embun es atau embun upas, yang kerap menjadi daya tarik wisatawan di Bromo. (rom)