Tanah Amblas Diduga Pemicu Ambruknya Gedung SDN Trantang, Perbaikan Dikebut Saat Libur Sekolah

Ringkasan Berita
  • Gedung SDN Trantang di Tuban ambruk pada Sabtu malam (20/6/2026), merusak parah ruang kelas 1 bagian atap dan dinding akibat pergeseran tanah yang membuat fondasi turun.
  • Tidak ada korban jiwa atau luka karena insiden terjadi di malam hari saat tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah.
  • Dinas Pendidikan Tuban telah berkoordinasi dengan Dinas PU untuk asesmen dan rencana renovasi, yang akan dibiayai melalui P-APBD 2026.
  • Perbaikan gedung akan dikebut selama masa libur semester (22 Juni - 12 Juli 2026) agar tidak mengganggu aktivitas belajar ketika sekolah kembali dibuka.
  • Ruang kelas 2, 3, dan 4 dinyatakan aman dan tidak terdampak, sementara renovasi difokuskan untuk memulihkan keamanan dan kenyamanan fasilitas pendidikan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Tuban bergerak cepat meninjau lokasi ambruknya gedung SDN Trantang di Kecamatan Kerek, Minggu (21/6/2026). Insiden runtuhnya bangunan sekolah tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Plt Kepala Dispendik Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa berdasarkan asesmen tim di lapangan, kerusakan parah melanda ruang kelas 1, khususnya pada bagian atap dan dinding. Kondisi ini membuat ruang kelas tersebut sama sekali tidak bisa digunakan.

Beruntung, karena insiden terjadi saat malam hari, tidak ada aktivitas belajar mengajar di lokasi.

"Informasi yang kami terima, kerusakan terjadi pada atap ruang kelas 1 sekitar pukul 19.00 WIB. Karena terjadi pada malam hari, tidak ada korban jiwa maupun korban luka," ujar Irma, Minggu (21/6/2026).

Untuk menindaklanjuti peristiwa ini, Dispendik langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPPPRKP) Kabupaten Tuban guna melakukan inspeksi menyeluruh.

Dari hasil peninjauan bersama, diketahui titik kerusakan berada pada satu plong kolom (2,5 meter) di sisi ujung selatan ruang kelas 1. Kerusakan dipicu oleh faktor alam, yakni pergeseran tanah.

Berdasarkan pemeriksaan, terjadi penurunan permukaan tanah yang menyebabkan struktur fondasi ikut turun. Akibatnya, struktur bangunan di atasnya menjadi tidak stabil hingga akhirnya runtuh.

Sementara ruang kelas 2, 3, dan 4 yang berada di sebelahnya dipastikan aman dan tidak terdampak.

Irma menegaskan bahwa hasil asesmen teknis ini akan langsung dijadikan dasar untuk menentukan langkah renovasi ke depan.

"Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Tujuannya, agar fasilitas pendidikan dapat tetap mendukung proses belajar mengajar secara aman dan nyaman," bebernya.

Beruntung, momentum insiden ini bertepatan dengan masa libur semester sekolah yang dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Jeda waktu libur ini akan dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan sebelum para siswa kembali masuk sekolah. Proses renovasi bangunan rencananya akan dianggarkan melalui P-APBD 2026, sesuai hasil koordinasi dengan Bapperida.

"Kami akan terus memastikan dan cek ulang kondisi bangunan, termasuk juga rencana tindaklanjutnya. Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman serta layak digunakan sebagai sarana pendidikan bagi para siswa," pungkas Irma. (wan/rev)