Normalisasi Sungai Blega Bangkalan Berlanjut, Warga Apresiasi Pemprov Jatim

Ringkasan Berita
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur melanjutkan normalisasi Sungai Blega di Bangkalan melalui Dinas PU SDA, berdasarkan surat pemberitahuan pekerjaan yang diterbitkan 22 Juni 2026.
  • Masyarakat, yang diwakili oleh Ketua Aliansi Masyarakat Blega Bersatu (AMB2), menyambut baik dan mengapresiasi komitmen Gubernur Khofifah dan jajaran PU SDA dalam menangani persoalan banjir yang sering terjadi saat musim hujan.
  • Pekerjaan normalisasi yang telah dimulai sejak 20 April 2026 masih berlangsung di sepanjang aliran sungai, dengan harapan dapat mengurangi risiko banjir di masa depan.
  • Kelancaran pekerjaan didukung oleh sinergi berbagai pihak, termasuk Pemprov Jatim, UPT PSDA, dinas kabupaten, camat, TNI-Polri, serta pemerintah desa setempat.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Upaya normalisasi Sungai Blega di Kecamatan Blega kembali dilanjutkan oleh Pemprov Jatim melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA). Pelaksanaan kegiatan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Pekerjaan Nomor: 600.1.5.1/11018/104.3/2026 yang diterbitkan Senin (22/6/2026).

Program ini disambut positif masyarakat yang selama ini kerap menghadapi ancaman banjir saat musim hujan. Ketua Aliansi Masyarakat Blega Bersatu (AMB2), Amir Jalal, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah dan jajaran PU SDA Jatim atas komitmen menangani persoalan banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas konsistensinya dalam menormalisasi Sungai Blega. Kami juga berterima kasih kepada Kepala Dinas PU SDA Jawa Timur yang dalam beberapa tahun terakhir hingga saat ini terus memfasilitasi kegiatan normalisasi di Sungai Blega,” ujarnya.

Amir menjelaskan, pekerjaan normalisasi telah dimulai sejak 20 April 2026 dan masih berlangsung di sepanjang aliran sungai. Ia berharap kegiatan ini dapat mengurangi risiko banjir yang menjadi kekhawatiran warga setiap musim penghujan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Pemprov Jatim, UPT PSDA Wilayah Sungai Kepulauan Madura, Dinas PU SDA Bangkalan, Camat Blega, unsur TNI dan Polri, serta pemerintah desa setempat. Menurut Amir, sinergi seluruh pihak menjadi faktor penting sehingga pekerjaan normalisasi dapat berjalan lancar. (uzi/mar)