Ringkasan Berita
- Seorang pencuri beraksi di Kota Pasuruan dengan mengenakan topeng kaos dan membawa celurit. Pelaku masuk ke rumah melalui atap dengan menggunakan tangga tetangga untuk menghindari pantauan.
- Korban, Mustofa, baru menyadari pencurian saat hendak mengambil obat jantung dari tasnya. Tas ditemukan di kamar gudang, namun uang tunai Rp1,15 juta di dalamnya telah hilang.
- Aksi pelaku terekam CCTV dan menunjukkan ciri seolah telah mengetahui kondisi rumah sebelumnya. Polisi menduga pelaku mengambil uang saat berada di dalam rumah.
- Penyidik Polres Pasuruan Kota menjadikan rekaman CCTV sebagai petunjuk utama dan menelusuri keterlibatan pelaku dalam kasus serupa. Identitas pelaku masih dalam penyelidikan.
KOTA PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Seorang pria tak dikenal yang menutupi wajahnya dengan kaos dan membawa senjata tajam jenis celurit terekam kamera CCTV saat membobol rumah warga di Jalan Kiai Sentot, Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kamis (25/6/2026).
Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp1,15 juta milik penghuni rumah bernama Mustofa.
Peristiwa pencurian itu baru diketahui korban saat hendak mengambil obat jantung yang biasa disimpan di dalam tas pribadinya. Namun, tas tersebut sudah tidak berada di tempat semula.
Merasa ada yang tidak beres, korban bersama istrinya, Wiwik Rusmiati, kemudian mencari keberadaan tas tersebut di sejumlah ruangan dalam rumah.
Karena tidak ditemukan, keduanya memutuskan memeriksa rekaman kamera pengawas yang terpasang di sekitar rumah.
Dari rekaman CCTV terlihat seorang pria masuk ke area rumah secara diam-diam. Pelaku menutupi seluruh wajahnya menggunakan kaos layaknya topeng dan tampak membawa benda yang diduga celurit.
Aksi pelaku menunjukkan seolah telah mengetahui kondisi rumah sebelum melancarkan pencurian.
Setelah melihat rekaman tersebut, Wiwik memeriksa kondisi rumah dan menemukan pintu lantai dua dalam keadaan terbuka. Padahal, menurut anggota keluarga, pintu itu sebelumnya telah terkunci rapat.
Tidak lama kemudian, tas milik korban ditemukan di dalam kamar gudang. Namun, uang tunai sebesar Rp1.150.000 yang tersimpan di dalamnya sudah raib.
Polisi menduga uang tersebut dibawa kabur oleh pelaku saat menjalankan aksinya.
Di sekitar lokasi, warga juga menemukan sebuah tangga milik tetangga yang diduga digunakan pelaku untuk memanjat dan masuk ke dalam rumah melalui bagian atas bangunan.
Cara tersebut diduga dipilih agar pelaku dapat menghindari akses utama yang lebih mudah terpantau oleh penghuni maupun warga sekitar.
Menerima laporan kejadian itu, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa rekaman CCTV yang merekam aksi pelaku.
Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pelaku.
"Rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku saat beraksi menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan," kata Junaedi.
Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku dalam sejumlah kasus pencurian dengan modus serupa yang pernah terjadi di wilayah Kota Pasuruan.
"Hingga saat ini kasus masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pasuruan Kota dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku," pungkasnya. (maf/van)










