BNPB Intensifkan Penanganan Kekeringan di Pulau Jawa

Ringkasan Berita
  • BNPB memastikan seluruh daerah terdampak kekeringan di Pulau Jawa telah mulai menerima distribusi pasokan air bersih harian untuk menjamin kebutuhan domestik warga di musim kemarau.
  • Daerah prioritas penanganan cepat meliputi DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan rincian seperti Gunungkidul yang telah menyalurkan 16 rit tangki air untuk 67 keluarga dan menetapkan status siaga darurat.
  • Di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bantuan mencapai 586 kepala keluarga (1.224 jiwa) di dua desa dengan pengiriman tangki air berkapasitas 5.000 liter ke beberapa dusun.
  • Di Jember, Jawa Timur, 125 keluarga kesulitan air karena sumur warga menyusut dan sumur bor terdekat belum berfungsi akibat kendala listrik dan pipa, sehingga mendapat bantuan 9.000 liter air, jerigen, dan tandon.
  • Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi tim petugas daerah, BPBD, dan organisasi seperti PMI, dengan fokus pada distribusi air bersih secara berkala untuk mengatasi krisis akses air.

BANGSAONLINE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh daerah terdampak kekeringan di Pulau Jawa mulai menerima pasokan air bersih harian yang didistribusikan secara berkala oleh tim petugas daerah masing-masing.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bantuan air bersih digerakkan untuk menjamin kebutuhan domestik dasar warga di tengah musim kemarau.

“BNPB memastikan daerah yang kekeringan menerima bantuan air bersih yang didistribusikan oleh tim petugas daerah masing-masing, salah satunya melalui penanganan cepat di wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, tim gabungan telah menyalurkan 16 rit armada tangki air bersih bagi 67 kepala keluarga terdampak di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop. Pemkab Gunungkidul juga menetapkan status siaga darurat kekeringan melalui Keputusan Bupati Nomor 154/KPTS/2026 berlaku 1 Juni–31 Agustus 2026.

Sementara di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pasokan air bersih menyasar 586 kepala keluarga atau 1.224 jiwa di Desa Plumutan dan Bantal, Kecamatan Bancak. BPBD setempat mengirimkan tangki berkapasitas 5.000 liter ke Dusun Krajan dan Mungkruk.

Penanganan intensif juga dilakukan di Jember, Jawa Timur, setelah 125 kepala keluarga di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, kesulitan mengakses air bersih sejak 1 Juli. Krisis terjadi akibat penyusutan air sumur warga serta belum optimalnya sumur bor terdekat karena terkendala jaringan pipa dan listrik.

BPBD Jember bersama PMI mendistribusikan puluhan jerigen, tandon penampungan, serta 9.000 liter air bersih bagi warga terdampak.

“Kondisi sumber air terdekat berupa sumur bor yang berjarak sekitar 600 meter dari permukiman warga belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan pipa. Pun telah distribusikan jerigen, tandon air, dan 9.000 liter air bersih kepada warga,” kata Abdul. (rom)