Ringkasan Berita
- Jumlah penumpang kereta api di Stasiun Lamongan semester I 2026 mencapai 149.252 orang, meningkat 13% dari periode sama tahun sebelumnya yang 131.791 orang.
- Keseimbangan antara penumpang berangkat (74.700) dan tiba (74.552) menunjukkan stasiun berkembang sebagai simpul mobilitas penting, baik sebagai titik keberangkatan maupun tujuan.
- Peningkatan ini didorong mobilitas tinggi masyarakat dan momentum libur nasional, serta didukung peningkatan kualitas layanan KAI seperti ketepatan waktu dan fasilitas stasiun.
- Kepercayaan masyarakat tumbuh seiring transformasi layanan menjadi lebih aman, nyaman, dan mudah diakses, yang menjadi pilihan utama untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
- KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen menjaga konektivitas antarwilayah dengan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan berkelanjutan.
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Jumlah pengguna jasa kereta api di Stasiun Lamongan meningkat selama Semester I 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 149.252 pelanggan dilayani sepanjang Januari hingga Juni 2026 atau naik sekitar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 131.791 pelanggan.
Peningkatan jumlah pelanggan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Capaian itu juga semakin memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi publik yang andal dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pemerintahan, hingga pariwisata.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang terus bertransformasi menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses.
"Pertumbuhan pelanggan sebesar 13 persen pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat. Capaian ini menjadi bukti bahwa layanan KAI semakin dipercaya sebagai pilihan utama dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk bekerja, berbisnis, menempuh pendidikan, maupun berwisata," katanya, Minggu (5/7/2026).
Dari total pelanggan yang dilayani, sebanyak 74.700 pelanggan tercatat berangkat dari Stasiun Lamongan, sedangkan 74.552 pelanggan tiba di stasiun tersebut. Komposisi yang relatif seimbang tersebut menunjukkan Stasiun Lamongan tidak hanya menjadi titik keberangkatan, tetapi juga semakin berkembang sebagai salah satu tujuan mobilitas masyarakat di Jawa Timur.
Mahendro menjelaskan peningkatan jumlah pelanggan didorong oleh tingginya aktivitas masyarakat sepanjang Semester I 2026, termasuk pada momentum libur nasional dan cuti bersama. Selain itu, konsistensi KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan turut menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan tersebut.
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, Stasiun Lamongan terus melengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang tunggu yang representatif, fasilitas bagi penyandang disabilitas, ruang laktasi, musala, area parkir yang memadai, hingga kemudahan akses menuju moda transportasi lanjutan.
Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga terus menjaga keandalan operasional melalui peningkatan ketepatan waktu perjalanan kereta api, penguatan aspek keselamatan, serta pengembangan layanan digital guna memudahkan pelanggan dalam merencanakan perjalanan.
"Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang terus kami jaga melalui peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan. Kami optimistis tren pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lamongan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat," ujarnya.
KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung konektivitas antarwilayah melalui penyediaan layanan transportasi publik yang andal, aman, dan berkelanjutan.










