BPBD Kota Kediri dan BMKG Imbau Waspada Dampak El Nino

Ringkasan Berita
  • Pemerintah Kota Kediri dan BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga Agustus 2026 dan menyebabkan musim kemarau lebih kering.
  • Dampak terparah berupa defisit curah hujan diprediksi terjadi pada September-November 2026 (Super El Nino/El Nino Godzilla), berpotensi memengaruhi sektor pertanian, kesehatan, dan kebencanaan.
  • BPBD telah menyiapkan mitigasi dengan koordinasi lintas sektor: pemantauan cuaca (BMKG), antisipasi gagal panen (DKPP), penyediaan air bersih (PDAM), dan persiapan fasilitas kesehatan (Dinas Kesehatan).
  • Imbauan utama bagi masyarakat meliputi penghematan air, pencegahan kebakaran dengan tidak membakar sampah sembarangan, serta menjaga kesehatan dengan menghindari terik matahari dan memperbanyak minum air putih.
  • Masyarakat diminta tanggap melapor melalui layanan 'Mbak Wali 112' jika mengalami krisis air bersih atau menemukan kebakaran untuk segera ditindaklanjuti.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama BMKG Dhoho mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

Perwakilan BMKG Dhoho, Satria Kridha Nugraha, menjelaskan El Nino merupakan fenomena akibat penyimpangan suhu permukaan laut. Kombinasi El Nino dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif diprediksi membuat musim kemarau lebih kering.

“Oleh karena itu, masyarakat perlu menghemat penggunaan air dan menjaga kesehatan. Petani juga diharapkan menyesuaikan waktu tanam serta memanfaatkan air irigasi secara efisien,” ujarnya, Selasa (6/7/2026).

Ia menambahkan, defisit curah hujan terbesar diperkirakan terjadi September-November 2026, yang populer disebut fenomena Super El Nino atau El Nino Godzilla. Dampaknya berpotensi memengaruhi sektor pertanian, kesehatan, hingga kebencanaan.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi melalui koordinasi lintas sektor.

Pihaknya bekerja sama dengan BMKG untuk memantau cuaca, DKPP untuk mengantisipasi gagal panen, PDAM menyiagakan tangki air bersih, serta Dinas Kesehatan menyiapkan fasilitas dan obat-obatan menghadapi penyakit akibat cuaca panas.

Joko mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat, mencegah kebakaran dengan tidak membakar sampah sembarangan, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, dan mengurangi aktivitas di bawah terik matahari. 

“Yang tidak kalah penting adalah tanggap melapor. Apabila masyarakat mengalami krisis air bersih maupun menemukan kebakaran, segera laporkan melalui layanan Mbak Wali 112 agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (uji/mar)