Ringkasan Berita
- Siklon Tropis Bavi yang bergerak ke barat laut di Laut Filipina berpotensi memicu angin kencang di daratan Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya pada 10 Juli 2026.
- Gelombang laut tinggi kategori 2,5-4,0 meter diperkirakan melanda Laut Maluku serta perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud.
- BMKG meminta masyarakat, terutama nelayan di wilayah terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman angin kencang dan gelombang tinggi ini.
- Siklon ini mencapai intensitas kategori empat dan berasal dari Bibit Siklon Tropis 95W yang telah dimonitor oleh TCWC Jakarta sejak 7 Juli 2026.
BANGSAONLINE.com - BMKG meminta masyarakat di wilayah Indonesia timur mewaspadai dampak tidak langsung dari aktivitas Siklon Tropis Bavi yang bergerak ke arah barat laut.
Plt. Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menyebut siklon tersebut terpantau berada di Laut Filipina, tepatnya di timur laut Filipina.
“Siklon Tropis Bavi ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon sejak 2 Juli, lalu masuk wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Analisis BMKG menunjukkan kecepatan angin maksimum di pusat sistem dalam 24 jam ke depan diperkirakan masih persisten dengan intensitas kategori empat. Pergerakan massa udara ini berpotensi memicu angin kencang di daratan Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya pada Jumat (10/7/2026).
Selain itu, dinamika atmosfer juga memengaruhi kondisi perairan nasional dengan gelombang laut kategori sedang 1,25-2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua. Ancaman gelombang tinggi 2,5-4,0 meter diproyeksikan melanda Laut Maluku serta perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud.
BMKG mengimbau masyarakat dan nelayan di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi. (rom)










