Biaya Tinggi, Microsoft Kurangi Pemakaian AI Pihak Ketiga

Ringkasan Berita
  • Microsoft mulai mengurangi ketergantungan pada model AI OpenAI dan Anthropic dengan meningkatkan penggunaan model internal bernama MAI untuk aplikasi seperti Word dan Excel.
  • Langkah ini diambil di tengah tekanan biaya pengembangan dan operasional AI yang tinggi, yang mendorong perusahaan teknologi untuk menekan pengeluaran.
  • Microsoft telah memperkenalkan tujuh model MAI baru, termasuk untuk pemrograman AI dan pembuatan gambar dari teks, menunjukkan komitmen pada ekosistem AI internal.
  • Tren serupa terjadi di perusahaan besar seperti Amazon, Uber, Meta, dan Accenture yang juga mulai membatasi pengeluaran untuk AI pihak ketiga.
  • Biaya AI yang tinggi mendorong beberapa perusahaan mempertimbangkan model AI asal China sebagai alternatif murah, meski menimbulkan kekhawatiran keamanan data.

BANGSAONLINE.com Microsoft dilaporkan mulai mengurangi ketergantungannya pada model kecerdasan artifisial (AI) milik OpenAI dan Anthropic dengan meningkatkan penggunaan model AI internal untuk sejumlah aplikasi produktivitas.

Microsoft, berdasarkan laporan TechCrunch, saat ini menggunakan model AI buatan sendiri bernama MAI untuk menangani sebagian tugas di aplikasi Word dan Excel.

Sebelumnya, perusahaan menyatakan fitur AI di Office 365 ditenagai oleh model OpenAI dan Anthropic. Meski masih memanfaatkan teknologi dari pihak ketiga, Microsoft disebut semakin aktif mengembangkan ekosistem AI internal.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya biaya pengembangan, dan operasional AI yang mendorong perusahaan teknologi menekan pengeluaran.

Pada konferensi tahunan Build bulan lalu, Microsoft memperkenalkan tujuh model MAI baru, termasuk model untuk pemrograman berbasis AI dan pembuatan gambar dari perintah teks.

Tren pengurangan penggunaan model AI pihak ketiga juga terjadi di sejumlah perusahaan besar seperti Amazon, Uber, Meta, dan Accenture yang mulai membatasi pengeluaran terkait teknologi AI.

Biaya tinggi pengembangan AI disebut menjadi isu utama di industri, bahkan beberapa perusahaan Silicon Valley mempertimbangkan penggunaan model AI asal China sebagai alternatif lebih murah, meski menimbulkan kekhawatiran keamanan data. (rom)