Apple Pertimbangkan Chip Lokal CXMT di Pasar China

Ringkasan Berita
  • Apple sedang menguji chip DRAM buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT) China untuk kemungkinan penggunaan pada iPhone yang dipasarkan di China, sebagai upaya diversifikasi pemasok dari Samsung, SK hynix, dan Micron.
  • Keputusan ini didorong lonjakan harga DRAM global (naik 55-60% semester pertama 2026) akibat permintaan tinggi untuk server AI, serta upaya memperkuat hubungan dengan pemerintah China yang mendorong penggunaan komponen dalam negeri.
  • Apple sebelumnya telah melobi pemerintah AS untuk menggunakan komponen CXMT meski perusahaan tersebut masuk daftar entitas terkait militer AS, menunjukkan kompleksitas pertimbangan geopolitik dalam keputusan ini.
  • Jika lolos validasi, CXMT akan menjadi pemasok DRAM keempat Apple dan membantu perusahaan memperoleh alternatif pasokan di pasar China yang merupakan pasar terbesar kedua setelah AS.
  • CXMT saat ini menguasai sekitar 11% kapasitas produksi wafer DRAM global dengan proyeksi naik menjadi 15% pada 2028, namun Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana penggunaan chip tersebut.

BANGSAONLINE.comApple dikabarkan mulai menguji chip memori DRAM buatan ChangXin Memory Technologies (CXMT) untuk iPhone yang dipasarkan khusus di China. 

Langkah tersebut menjadi strategi perusahaan guna mengurangi ketergantungan pada tiga pemasok utama, yakni Samsung, SK hynix, dan Micron, di tengah lonjakan harga DRAM akibat tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Financial Times, Apple telah memasuki tahap awal pengujian chip CXMT. Namun, komponen tersebut hanya dipertimbangkan untuk iPhone di pasar China, bukan secara global. 

Sementara itu, 9to5Mac menyebut Apple sebelumnya melobi pemerintah Amerika Serikat agar dapat menggunakan komponen CXMT, meski perusahaan asal China itu masuk daftar entitas yang dikaitkan dengan militer oleh Departemen Pertahanan AS.

Penggunaan chip lokal dinilai dapat membantu Apple memperoleh alternatif pasokan di pasar terbesar keduanya setelah Amerika Serikat, sekaligus memperkuat hubungan dengan pemerintah China yang mendorong penggunaan komponen dalam negeri.

Kondisi pasar memori global juga memengaruhi keputusan Apple. MacRumors mencatat harga kontrak DRAM naik 55-60 persen sepanjang semester pertama 2026, dipicu permintaan tinggi untuk server AI dan pusat data.

Apabila lolos validasi, CXMT akan menjadi pemasok DRAM keempat Apple setelah Samsung, SK hynix, dan Micron. Reuters melaporkan, Apple masih mempertimbangkan faktor geopolitik sebelum memutuskan penggunaan chip CXMT secara komersial.

CXMT yang berdiri pada 2016 kini menjadi produsen DRAM terbesar di China dengan pangsa sekitar 11 persen kapasitas produksi wafer global, diproyeksikan naik menjadi 15 persen pada 2028. Hingga kini Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana penggunaan chip tersebut. (rom)