Ringkasan Berita
- Selama semester pertama 2026, KAI mencatat 12.656 barang tertinggal di stasiun dan kereta dengan nilai estimasi mencapai Rp8,86 miliar. Barang berharga seperti ponsel, laptop, dan dompet mendominasi dengan jumlah 2.869 item.
- Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menjadi titik dengan temuan terbanyak (3.050 barang), diikuti oleh Daop 1 Jakarta dan Daop 5 Purwokerto. Penanganan barang mengikuti prosedur Lost and Found yang terdokumentasi untuk menjamin keamanan dan akuntabilitas.
- KAI menegaskan layanan penanganan barang hilang tidak dikenakan biaya dan merupakan bagian integral dari customer experience. Proses klaim memerlukan verifikasi identitas, tiket, dan ciri-ciri khusus barang yang dilaporkan.
- Perusahaan mengimbau penumpang untuk lebih teliti dengan memeriksa barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan stasiun. Pelaporan yang cepat melalui berbagai kanal layanan pelanggan meningkatkan peluang barang ditemukan kembali.
BANGSAONLINE.com - KAI mencatat sebanyak 12.656 barang temuan di stasiun dan kereta api sepanjang Semester I 2026. Barang-barang tersebut ditangani melalui layanan Lost and Found KAI dengan estimasi nilai mencapai Rp8,86 miliar.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan penanganan barang tertinggal menjadi bagian penting dari pengalaman pelanggan.
“Customer experience dibangun dari perjalanan yang aman, informasi yang mudah diakses, dan kepastian saat pelanggan membutuhkan bantuan. Melalui layanan Lost and Found, setiap barang temuan dicatat, didokumentasikan, diamankan, dan diverifikasi agar penanganannya berlangsung tertib serta dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.
Barang temuan terdiri atas 622 makanan, 9.165 barang kategori biasa seperti tas, pakaian, botol minum, dan payung, serta 2.869 barang berharga berupa telepon genggam, laptop, dompet, perhiasan, uang tunai, dan dokumen penting.
Jumlah barang terbanyak ditemukan di Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya sebanyak 3.050 barang, disusul Daop 1 Jakarta 2.611 barang, Daop 5 Purwokerto 1.952 barang, Daop 2 Bandung 1.479 barang, dan Daop 4 Semarang 1.284 barang.
Anne menjelaskan, barang yang ditemukan akan diumumkan melalui pengeras suara sebelum diamankan dan didata ke sistem Lost and Found. Pelanggan dapat melapor kepada kondektur, petugas keamanan, Customer Service on Train maupun Customer Service on Station, atau melalui Contact Center KAI 121.
Proses verifikasi dilakukan dengan mencocokkan laporan pelanggan dengan data barang temuan. Pelanggan wajib menunjukkan identitas, tiket, atau kode booking serta menjelaskan ciri khusus barang.
Layanan Lost and Found KAI tidak dipungut biaya. Anne mengimbau pelanggan lebih teliti menjaga barang bawaan.
“Luangkan waktu sejenak untuk mengecek seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta api atau meninggalkan stasiun. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat ditemukan,” tutupnya. (rom)










