Ringkasan Berita
- Stasiun Blitar mengalami peningkatan mobilitas signifikan dengan melayani 39.234 pelanggan selama periode libur sekolah 19 Juni–12 Juli 2026, terdiri atas 18.856 keberangkatan dan 20.378 kedatangan.
- Lonjakan penumpang mencapai puncak pada 4 Juli 2026 dengan total 21.193 pelanggan (berangkat dan tiba), menempatkan Stasiun Blitar sebagai keempat tersibuk di Daop 7 Madiun setelah stasiun Madiun, Kediri, dan Jombang.
- KAI Daop 7 Madiun menerapkan dua strategi utama untuk menarik penumpang: diskon tarif 30% untuk kereta ekonomi jarak jauh dan program 'KAI Schooliday 2026' yang menyediakan aktivitas edukatif dan hiburan seperti lomba mewarnai, bazar UMKM, dan live music.
- Manajemen KAI berkomitmen meningkatkan pengalaman pelanggan dengan mengubah stasiun menjadi ruang edukasi yang menyenangkan, khususnya bagi anak-anak, sekaligus menjaga standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Masa libur sekolah tahun ini membawa berkah bagi layanan kereta api. KAI Daop 7 Madiun mencatat lonjakan mobilitas masyarakat, termasuk di Stasiun Blitar yang melayani 39.234 pelanggan sepanjang periode 19 Juni hingga 12 Juli 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 18.856 pelanggan berangkat dan 20.378 pelanggan tiba di Kota Blitar. Secara keseluruhan, KAI Daop 7 Madiun melayani 428.588 pelanggan, dengan rincian 211.219 keberangkatan dan 217.369 kedatangan.
Puncak arus penumpang terjadi pada Sabtu (4/7/2026), saat 10.494 pelanggan berangkat dan 10.699 pelanggan tiba. Berdasarkan data, Stasiun Blitar menempati posisi keempat dengan volume pelanggan tertinggi di wilayah Daop 7 setelah Madiun, Kediri, dan Jombang.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyebut tingginya jumlah pelanggan tidak lepas dari peningkatan pelayanan yang dilakukan KAI. Selain memberikan diskon tarif 30 persen untuk kereta jarak jauh kelas ekonomi komersial, KAI juga menghadirkan program KAI Schooliday 2026 dengan berbagai kegiatan interaktif.
“Kami menghadirkan rangkaian event seperti lomba mewarnai, bazar UMKM, colouring zone, play kids zone, live music, hingga edukasi melalui KAI Academy. Kami ingin stasiun tidak sekadar menjadi tempat transit, tetapi juga ruang edukasi yang menyenangkan,” kata Tohari saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).
Ia berharap, kegiatan tersebut memberi pengalaman berbeda bagi pelanggan, khususnya anak-anak, sehingga semakin mencintai transportasi kereta api sejak dini. Tohari juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi utama.
“Kami berharap program diskon dan kegiatan yang kami hadirkan dapat memberikan pengalaman liburan berkesan bagi seluruh pelanggan,” tuturnya.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmen menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan agar kereta api tetap menjadi moda transportasi publik yang aman dan diminati masyarakat. (ina/mar)










