Wali Kota Kediri Ajak ASN Dukung Pendidikan Anak Lewat Gerakan Ayah Mengantar Sekolah

Ringkasan Berita
  • Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengajak ASN, khususnya para ayah, untuk berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah pada hari pertama masuk sekolah.
  • Gerakan ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam pendidikan, dengan kehadiran ayah sebagai investasi penting bagi tumbuh kembang anak dan dukungan nyata bagi dunia pendidikan.
  • Vinanda menekankan keberhasilan pendidikan juga ditentukan keluarga, di mana kehadiran orang tua sangat memengaruhi pembentukan karakter, kecerdasan, dan kesehatan mental anak.
  • Ia mengingatkan agar gerakan tidak disalahartikan sebagai alasan mengabaikan disiplin kerja, dan menyarankan agar ASN tetap bijak dan bertanggung jawab dalam melaksanakannya.
  • Gerakan ini diharapkan dapat memperkuat keharmonisan keluarga sebagai fondasi mencetak generasi berkarakter dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, untuk mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) memperkuat peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak.

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin apel di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (13/7/2026), bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Dalam amanatnya, Vinanda mengajak ASN, khususnya para ayah, berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Menurut dia, keterlibatan ayah merupakan investasi penting bagi tumbuh kembang anak sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh keluarga. Kehadiran ayah dan ibu dalam mendampingi anak memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk karakter, kecerdasan, kesehatan mental, hingga rasa percaya diri anak,” ujarnya.

Wali Kota Kediri menegaskan, berbagai kajian menunjukkan kehadiran ayah memberi pengaruh positif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan motivasi belajar anak. Namun ia mengingatkan agar gerakan tersebut tidak disalahartikan sebagai alasan mengabaikan kedisiplinan kerja.

“Silakan mengantar anak ke sekolah, tetapi tetap bijak dan bertanggung jawab. Jangan sampai kesempatan ini dimaknai sebagai berkurangnya komitmen terhadap disiplin kerja,” katanya.

Kepala daerah termuda itu juga membagikan pengalaman pribadi saat masih menjadi anak, merasakan semangat berbeda ketika diantar ayah dan ibu ke sekolah. Ia berharap, gerakan ini memperkuat keharmonisan keluarga sebagai fondasi penting mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (uji/mar)