Pengeroyokan di Surabaya, 3 Orang Kritis

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Aksi pembacokan dan pengeroyokan terjadi di halaman parkir Diskotik Ambyar yang berdekatan dengan Cafe TGC, Jalan Basuki Rahmat, pada Sabtu (25/7/2026) sekira pukul 03.11 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan 3 orang kritis akibat sabetan senjata tajam.

Insiden bermula dari upaya penarikan paksa mobil milik Pipi, seorang talent band, oleh sekitar 20 oknum debt collector bersenjata parang. Pipi dibantu dua juru parkir, Fery dan Didik, melakukan perlawanan sehingga terjadi kericuhan.

“Dua petugas parkir mengalami luka di lengan, pinggang, dan tulang ekor, kini dirawat di RSUD Dr. Soetomo,” kata salah satu saksi, DM, kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (26/7/2026).

Rekaman CCTV menunjukkan awalnya 7 debt collector mencoba menarik mobil sekitar pukul 03.05 WIB. Setelah debat sengit, mereka mundur. 

Namun beberapa menit kemudian, kelompok lebih besar kembali dengan senjata tajam dan memaksa Fery serta Didik keluar dari cafe. Kedua korban mengalami luka serius akibat sabetan parang.

Selain itu, satu debt collector berinisial RM kehilangan jari kelingking kiri akibat bentrokan. Sat Intelkam Polrestabes Surabaya menyebut korban kini dirawat intensif di RSU Soewandi.

Kapolsek Genteng, Kompol Mulya Sugiharto, membenarkan kejadian di wilayah hukumnya. Disampaikan bahwa, “Untuk korban ada tiga orang dan semuanya masih di rumah sakit. Kronologis dan identitas korban masih kami lakukan pemeriksaan.”

Menanggapi peristiwa mencekam tersebut, Ketua Umum Hiperhu (Himpunan Pengusaha Rekreasi Hiburan Umum) Surabaya, George Handiwiyanto, menyayangkan insiden dimaksud.

“Harapan saya pam swakarsa di masing-masing tempat usaha lebih ditingkatkan agar cepat merespons potensi gesekan secara humanis,” tegasnya. (rus/mar)