Tingkat Adopsi AI di Jatim Masih 18,2 Persen, Kominfo Dorong Penguatan Kapasitas Media dan UMKM

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Tingkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Jawa Timur dinilai masih tergolong minim. Pemprov Jatim mencatat baru sekitar 18,2 persen masyarakat yang telah mengadopsi AI untuk mendukung pekerjaan maupun aktivitas harian, sementara 81,8 persen sisanya belum memanfaatkan teknologi tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Statistik Dinas Kominfo Jatim, Imam Fahamsyah, saat membacakan sambutan Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam pembukaan Seminar Nasional Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) AMSI Jawa Timur di Aula Kominfo Jatim, Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Acara bertajuk "AI, Media, Energi, dan Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia" tersebut dinilai menjadi momen krusial untuk memacu kesadaran digital di daerah.

"Data ini menunjukkan tantangan sekaligus peluang besar bagi kita. Penguatan kapasitas seperti yang diinisiasi hari ini menjadi langkah nyata agar media, pelaku UMKM, dan publik makin siap mengoptimalkan AI demi mendongkrak produktivitas di era transformasi digital," terang Imam.

Di samping isu digitalisasi, Kominfo Jatim turut memaparkan performa positif perekonomian daerah yang disokong tiga pilar utama: industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian. Jawa Timur kini mengukuhkan posisinya sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua secara nasional setelah DKI Jakarta, dengan kontribusi mencapai 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,4 persen terhadap nasional.

Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2026 ini menembus angka 5,96 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di level 5,61 persen.

Pertumbuhan tersebut juga didorong pesatnya sektor ekonomi kreatif. PDB ekonomi kreatif nasional tercatat tumbuh 6,86 persen—lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi makro—dengan nilai mencapai sekitar Rp1.757 triliun pada 2025. Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor produk ekonomi kreatif menyumbang 10,82 persen terhadap total ekspor nonmigas sepanjang Januari hingga April 2026.

Pemprov Jatim menambahkan, pemetaan potensi ekonomi daerah saat ini juga tengah diperkuat melalui Sensus Ekonomi Nasional untuk merekam dinamika industri kreatif lokal secara lebih rinci.

Mengingat UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah, kolaborasi bersama media siber dalam mengedukasi masyarakat dan mempercepat adopsi teknologi digital berbasis AI dipandang sebagai langkah strategis yang harus terus dikawal.

Seminar nasional gelaran AMSI Jatim ini dipandu oleh CEO Blokmedia Group, M. Abdul Qohar. Acara menghadirkan sejumlah narasumber kunci, di antaranya Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika, Head of CESGS Universitas Airlangga Prof. Iman Harymawan, Founder Suara.com Suwarjono, serta Anggota Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi AMSI Nasional, Wenslaus Manggut.