Antisipasi Darurat Industri, BPBD Tuban Bersama Pertamina Gelar Simulasi Kegagalan Teknologi

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menggelar simulasi penanganan bencana akibat kegagalan teknologi industri. Kegiatan yang berlokasi di area operasional Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ), Kecamatan Merakurak, ini berlangsung pada Kamis (30/7/2026).

Latihan berskala besar tersebut menerjunkan kurang lebih 450 personel gabungan dari beragam unsur, meliputi BPBD, TNI, Polri, tim internal PHE TEJ, serta jajaran Desa Tangguh Bencana (Destana) dari Desa Sambonggede dan Desa Sumber.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Sudarmaji, menjelaskan bahwa agenda bertajuk Wet Drill Command Post Exercise ini dipusatkan di Balai Desa Sambonggede dengan mengikutsertakan warga yang bermukim di sekitar area operasional industri.

"Dalam giat ini peserta mendapatkan pembekalan sekaligus simulasi penanganan kondisi darurat akibat kegagalan teknologi industri. Mulai dari koordinasi lintas instansi, pengerahan personel, hingga penggunaan peralatan penanggulangan bencana secara maksimal," ujar Sudarmaji.

Mantan Kabag Kesra Pemkab Tuban itu menggarisbawahi bahwa simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan armada, mengasah keterampilan teknis petugas, serta memantapkan koordinasi lintas instansi saat situasi darurat benar-benar terjadi.

"Simulasi kali ini difokuskan pada penanganan kebakaran dan kondisi darurat di sekitar wilayah operasional Pertamina Hulu Energi. Berbeda dengan latihan sebelumnya di Kecamatan Palang yang lebih menitikberatkan pada penanganan pencemaran di wilayah perairan," bebernya.

Ia menambahkan, keberadaan anggota Destana dari Desa Sumber dan Desa Sambonggede menjadi poin penting dalam latihan kali ini. Karena bermukim paling dekat dengan lokasi industri, warga terlatih diharapkan mampu mengambil tindakan awal secara cepat.

"Mereka menjadi garda terdepan apabila terjadi keadaan darurat sebelum bantuan lebih besar datang," tegasnya.

Sudarmaji juga mengapresiasi komitmen sektor swasta yang konsisten membangun kesiapsiagaan bencana bersama pemerintah daerah. Meski frekuensi latihan disesuaikan dengan kebijakan internal masing-masing korporasi, kerja sama dengan PHE TEJ telah berjalan rutin setiap tahunnya.

"Alhamdulillah BPBD Tuban secara rutin menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana industri. Namun, frekuensi pelaksanaan simulasi bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan," timpal Sudarmaji.

Melalui simulasi yang digelar berkesinambungan ini, ia berharap keandalan sarana prasarana penunjang serta soliditas antar-instansi dapat terus terjaga.

"Sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur," pungkasnya. (wan/rev)