MATARAM, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara tegas mengimbau para pemilik penginapan dan perhotelan agar tidak memanfaatkan momen perhelatan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika untuk menaikkan tarif kamar secara tidak wajar. Ajang balap dunia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menyampaikan bahwa pihaknya bakal mengoptimalkan pengawasan tarif akomodasi guna mengantisipasi lonjakan harga tak terkendali yang kerap berulang setiap kali gelaran MotoGP berlangsung.
"MotoGP ini sudah masuk tahun ke lima, tentunya ada hasil evaluasi sebelumnya sehingga persiapan kita harus jauh lebih optimal di tahun ini, sehingga benar-benar bisa memberikan kesan yang mendalam bagi para pengunjung," ujar Aulia, di Mataram, Jumat (21/8/2026).
Aulia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan industri pariwisata daerah dalam jangka panjang ketimbang sekadar mengejar keuntungan sesaat.
"Kita harus menjaga keberlangsungannya dan keberlanjutan ke depan, tidak hanya untuk saat ini," katanya menegaskan.
Penjualan Tiket Tembus Hampir 50 Persen
Di samping pemantauan sektor akomodasi, Pemprov NTB terus mematangkan berbagai persiapan pendukung lainnya, seperti ketersediaan tiket hingga moda transportasi penonton. Menurut data pihak penyelenggara, angka penjualan tiket seri Mandalika saat ini telah mendekati separuh dari kuota yang disiapkan.
"Alhamdulillah, hasil komunikasi terakhir dengan penyelenggara utama, dalam hal ini InJourney MGPA, penjualan tiket sudah berada di kisaran 40 persen sekian, mendekati 50 persen terjual," ujar Aulia.
Mengenai kesiapan transportasi, skema pelayanan secara umum masih merujuk pada pola penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Kendati demikian, Gubernur NTB memberikan instruksi khusus untuk memperkuat alokasi layanan shuttle bus.
"Layanan bus antar-jemput tersebut disiapkan untuk mempermudah mobilisasi serta membantu pergerakan penonton dari berbagai titik kawasan menuju area Sirkuit Mandalika," ujarnya.
Menanggapi isu serta kekhawatiran terkait potensi maraknya calo, Aulia mengimbau para calon penonton untuk langsung memesan tiket melalui kanal penjualan resmi yang transparan dan mudah diakses.
"Sekarang tidak perlu calo, karena tiket itu sangat mudah untuk diakses. Kami imbau masyarakat untuk segera membeli tiketnya," kata Aulia.










