Dibalik Tembok Lapas Kediri, Warga Binaan Turut Lantunkan Selawat Peringati Maulid Nabi

Ringkasan Berita
  • Lapas Kediri menggelar peringatan Maulid Nabi untuk warga binaan dengan tujuan memperkuat keimanan dan menjadikan Rasulullah sebagai teladan.
  • Kegiatan ini menekankan aspek pembinaan kepribadian dan kerohanian, bukan sekadar seremonial, diisi dengan kajian dan selawat.
  • Warga binaan diajak membuktikan kecintaan kepada Nabi melalui peningkatan ibadah, kesabaran, dan peneladanan akhlak dalam kehidupan.
  • Masa di lapas dijadikan momentum introspeksi dan perubahan diri untuk persiapan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
  • Acara ini menghadirkan harapan agar warga binaan termasuk golongan yang dicintai Allah dan Rasul melalui perbaikan diri yang konsisten.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – untuk memperkuat iman dan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah saw, Lapas Kelas IIA Kediri menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad 1448 H bersama seluruh warga binaan.

Kasi Binadik Lapas Kediri, Bambang Setiawan, dalam sambutannya mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi warga binaan.

Melalui momentum ini, lanjutnya, warga binaan diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt, memperbaiki diri, serta menjadikan Rasulullah saw sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah. Semoga melalui kegiatan ini, kita semakin meningkatkan keimanan, memperbaiki diri, dan mampu menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Bambang.

Kegiatan ini juga turut menghadirkan KH. Arif Widodo dari Pondok Pesantren Lirboyo sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, KH. Arif Widodo menyampaikan kajian tentang makna kecintaan kepada Rasulullah saw.

Ia mengajak seluruh warga binaan untuk tidak hanya mengungkapkan cinta kepada Nabi Muhammad melalui ucapan, tetapi juga membuktikannya melalui peningkatan ibadah, memperbanyak selawat, senantiasa bersabar, serta meneladani akhlakul karimah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

KH. Arif Widodo juga mengingatkan bahwa masa pembinaan di lapas dapat menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan dan memperbaiki diri. Kesabaran dalam menjalani proses, ketekunan dalam beribadah, serta menjaga akhlak kepada sesama merupakan bagian dari upaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan ridha Allah Swt.

“Semoga nanti kita termasuk golongan hamba-hamba yang masuk surga bersama Rasulullah saw karena mencintai beliau,” ungkapnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H di Lapas Kediri menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah di tengah proses pembinaan.

Dari balik tembok Lapas, lantunan selawat dan pesan-pesan kebaikan diharapkan menjadi penguat langkah warga binaan untuk terus berubah, memperbaiki diri, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia. (uji/msn)