3 Warga Kediri Korban Kebakaran di Jakarta Dimakamkan Sesuai Wasiat

Ringkasan Berita
  • Tiga warga Kediri dari satu keluarga tewas dalam kebakaran bangunan kos dan fotokopi di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8) dini hari. Dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik di ruang mesin fotokopi.
  • Jenazah pasangan suami-istri Sugi Hartono (77) dan Rini Astuti (68) serta putra mereka Reza Ponti Wicaksana (40) dibawa pulang ke Kediri untuk dimakamkan. Pemakaman di TPU Burengan, Kediri, dilakukan untuk memenuhi wasiat almarhum ayah agar dikubur di tanah kelahiran.
  • Pasangan almarhum dimakamkan dalam satu liang lahat sesuai janji mereka untuk bersama, sementara putra mereka dimakamkan di liang sebelahnya. Keluarga menganggap pemakaman ini sebagai bentuk penghormatan terakhir dan pemenuhan amanah.
  • Kebakaran di lokasi yang berfungsi sebagai rumah kos, usaha fotokopi, dan tempat tinggal ini juga menewaskan satu penghuni kos lainnya. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan polisi.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Suasana duka menyelimuti rumah duka di Jalan Slamet Riadi, Kelurahan Banjaran, Rabu (26/8/2026). Sanak saudara dan tetangga berdatangan untuk melayat 3 warga setempat yang menjadi korban kebakaran di Jakarta Selatan.

Ketiga korban merupakan satu keluarga, yakni pasangan suami istri Sugi Hartono (77) dan Rini Astuti (68), serta putra mereka, Reza Ponti Wicaksana (40).

Mereka meninggal dunia dalam kebakaran bangunan 2 lantai yang difungsikan sebagai rumah kos, usaha fotokopi, sekaligus tempat tinggal di Jalan Rasamala II, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 03.15 WIB.

Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di ruang mesin fotokopi. Jenazah kemudian dibawa ke Kediri untuk dimakamkan di TPU Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, sesuai wasiat almarhum.

Pasangan Sugi Hartono dan Rini Astuti dimakamkan dalam satu liang lahat, sementara Reza dimakamkan di liang sebelah orang tuanya.

Anak tertua korban, Widya Soehermanto, mengatakan keputusan pemakaman di Kediri merupakan penghormatan terhadap pesan sang ayah.

“Terutama ayah berwasiat untuk dimakamkan di tanah kelahirannya. Karena saat itu melihat teman-teman seangkatannya sudah banyak yang berpulang, beliau berpesan kepada ibu agar dimakamkan kembali ke Kediri,” ujarnya.

Widya menyatakan, kedua orang tuanya juga telah sepakat dimakamkan bersama.

“Memang sudah janji berdua bahwa beliau ingin dimakamkan bersama. Jika pun ayah saya berpulang lebih dulu, ibu saya berpesan ingin dimakamkan bersama,” tuturnya.

Keluarga berharap pemakaman di Kediri menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus memenuhi amanah yang pernah disampaikan. Sementara itu, kebakaran di Tebet juga menewaskan satu penghuni kos lain. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. (uji/mar)