Gelar Dialog dengan Komunitas Ojol, Polresta Malang Kota Bahas Parkir dan Keselamatan Pelajar

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Persoalan yang dihadapi pengemudi ojek online (ojol) di Kota Malang tidak hanya soal mencari penumpang, tetapi juga menyangkut parkir, titik penjemputan, hingga keselamatan pelajar.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setyo P.S., membuka ruang dialog dengan perwakilan komunitas ojol dari Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee di Jalan Trunojoyo, Rabu (26/8/2026) petang.

Pertemuan yang dihadiri jajaran pejabat utama Polresta Malang Kota itu menjadi forum untuk mendengar langsung persoalan lapangan sekaligus mencari solusi bersama.

“Komunikasi harus terus dibangun. Setiap persoalan yang muncul kita cari solusinya bersama, termasuk yang membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Danang.

Aspirasi yang disampaikan pengemudi antara lain persoalan parkir yang kerap menimbulkan gesekan dengan juru parkir, serta penataan zona penjemputan agar tidak mengganggu lalu lintas.

Komunitas juga menyoroti masih adanya pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor. Ketua Komunitas Malang Setill/Grab, Moh Zainul Anwar, berharap solusi dicari bersama dengan sosialisasi ke sekolah.

Polresta Malang Kota memastikan aspirasi akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Untuk parkir dan zona operasional, koordinasi dilakukan bersama Pemkot Malang dan Dinas Perhubungan.

Sementara persoalan pelajar akan diarahkan pada langkah edukasi ke sekolah-sekolah. Kapolresta Malang Kota mengatakan, “Persoalan parkir akan kami koordinasikan dengan Pemkot dan Dishub, sedangkan masalah pelajar yang berkendara di bawah umur akan kami tindaklanjuti melalui edukasi.”

Selain membahas teknis lapangan, komunitas ojol juga berencana menggelar doa bersama mengenang satu tahun meninggalnya Affan Kurniawan. Kegiatan akan berlangsung Jumat (28/8/2026) di Masjid Baiturrahman Polresta Malang Kota, difasilitasi kepolisian.

Ketua PDOI Jawa Timur, Puji, menyebut agenda tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi dengan aparat. Kasat Intelkam Polresta Malang Kota, Kompol Agus Sutanto, menilai komunikasi langsung dengan komunitas penting untuk menjaga hubungan sehat.

Ia mengingatkan agar pengemudi tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Pertemuan ini menunjukkan penyelesaian persoalan transportasi tidak cukup dengan penindakan, tetapi membutuhkan dialog, koordinasi lintas instansi, dan keterlibatan komunitas agar aktivitas ojol tetap aman dan kondusif. (dad/mar)