Ringkasan Berita
- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (Sikap) di SMAN 2 Jombang. Program ini mendorong SMA/SMK di Jatim mengoptimalkan lahan terbatas atau kosong di sekolah untuk budidaya pangan.
- Khofifah menegaskan kunci ketahanan pangan bukan pada ketersediaan lahan luas, melainkan pemanfaatan kreatif area terbatas di lingkungan sekitar. Hal ini untuk menindaklanjuti arahan presiden tentang penguatan ketahanan pangan.
- Program Sikap bertransformasi sekolah menjadi laboratorium praktis yang melatih keterampilan, kreativitas, dan tanggung jawab siswa di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pengolahan pangan sesuai potensi lokal.
- Di SMAN 2 Jombang, komoditas seperti cabai, terong, tomat, dan jeruk dibudidayakan dengan sukses menggunakan media tanam polybag sebagai contoh nyata produktivitas di lahan terbatas.
- Program yang digagas Dinas Pendidikan Jatim sejak 2025 ini memberikan kebebasan bagi setiap sekolah untuk mengembangkan sektor pangan yang sesuai dengan potensi dan kondisi daerah masing-masing.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meninjau kegiatan panen dan penanaman dalam program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (Sikap) di SMAN 2 Jombang, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungannya, Khofifah menegaskan bahwa kunci memperkuat ketahanan pangan tidak selalu bertumpu pada ketersediaan lahan pertanian yang luas, melainkan pada pemanfaatan area terbatas secara kreatif.
"Menindaklanjuti arahan presiden terkait penguatan ketahanan pangan, kita tidak bisa terus bergantung pada ketersediaan lahan yang luas. Setiap sudut area di lingkungan sekitar kita harus dioptimalkan secara produktif," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa program Sikap yang telah digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) sejak tahun 2025 itu mendorong seluruh jenjang SMA dan SMK di Jatim untuk menyulap lahan terbengkalai atau area kosong di lingkungan sekolah menjadi ruang budidaya yang bernilai guna.
Melalui skema tersebut, setiap sekolah dibebaskan mengembangkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengolahan pangan yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing.
"Pendekatan ini membuat sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat mentransfer ilmu akademik, tetapi juga bertransformasi menjadi laboratorium praktis yang melatih keterampilan, jiwa kreatif, dan rasa tanggung jawab para siswa," jelasnya.
Menurutnya, penerapan program Sikap di SMAN 2 Jombang menjadi salah satu contoh nyata bahwa berbagai komoditas pangan seperti cabai, terong, tomat, hingga buah jeruk mampu tumbuh subur meski hanya menggunakan media tanam berupa polybag.
"Bisa kita lihat langsung di sini, tanaman terong tidak memerlukan lahan tanah yang luas. Cukup menggunakan media polybag, begitu pula dengan cabai, jeruk, dan tomat," pungkas Khofifah. (aan/msn)










