Ringkasan Berita
- Lingkungan pertemanan memengaruhi kesehatan mental; pertemanan toxic dapat melelahkan dan menghambat perkembangan seseorang.
- Ciri pertemanan toxic mencakup sikap merendahkan, canda mengejek, tidak memberi dukungan saat teman sukses, serta perilaku manipulatif yang memanfaatkan rasa bersalah.
- Tanda lainnya adalah suka mengatur hidup orang lain, memaksa bertahan meski tidak nyaman, dan kompetisi tidak sehat yang mengubah semua hal menjadi ajang perlombaan.
- Pertemanan toxic sering menciptakan drama, memperbesar masalah kecil, melakukan gaslighting yang membuat korban meragukan diri sendiri, dan tidak menghargai batasan pribadi.
- Jika terjebak dalam pertemanan toxic, langkah terbaik adalah menjaga jarak dan mencari lingkungan pertemanan yang sehat, yaitu yang mendukung, menghargai, dan memberi ruang untuk berkembang.
BANGSAONLINE.com - Lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan hidup. Namun, tidak semua hubungan pertemanan membawa dampak positif.
Pertemanan yang toxic justru dapat melelahkan dan membuat seseorang sulit berkembang. Beberapa ciri pertemanan toxic antara lain sering merendahkan satu sama lain, bercanda dengan nada mengejek, serta tidak memberikan dukungan ketika teman berhasil mencapai sesuatu.
Alih-alih menyemangati, mereka justru menyindir atau menunjukkan ketidaksukaan. Sifat manipulatif juga menjadi tanda, di mana seseorang membuat temannya merasa bersalah agar menuruti keinginannya.
Selain itu, ada pula perilaku suka mengatur hidup orang lain, bahkan memaksa untuk tetap berteman meski tidak nyaman. Pertemanan toxic biasanya ditandai dengan kompetisi tidak sehat, menjadikan segala hal sebagai ajang lomba untuk menang.
Mereka juga kerap menciptakan drama, membesar-besarkan masalah kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan damai. Gaslighting menjadi ciri lain yang berbahaya, membuat seseorang meragukan perasaan atau ingatannya sendiri.
Ditambah lagi, mereka tidak menghargai batasan, tetap melakukan hal yang membuat orang lain tidak nyaman.
Jika terjebak dalam pertemanan seperti ini, langkah terbaik adalah menjaga jarak dan mencari lingkungan yang lebih sehat. Pertemanan yang baik seharusnya mendukung, menghargai, dan memberi ruang untuk berkembang. (mg3/rom)










