KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga bagaimana generasi hari ini meninggalkan cerita bagi generasi mendatang.
Pesan tersebut disampaikan dalam Sarasehan Sejarah Lokal Kota Pasuruan yang digelar di Taman Harmoni, Rabu (27/8/2026) malam.
Sarasehan mempertemukan pegiat sejarah, budayawan, seniman, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, dan komunitas. Pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk menggali, mendiskusikan, dan merumuskan bagaimana sejarah lokal dapat terus hidup dan bermakna bagi generasi berikutnya.
“Kita hari ini akan menjadi sejarah di masa datang. Sejarah itu bagaimana kita merumuskan sejarah yang lebih baik,” kata Adi.
Ia menekankan pentingnya menyikapi cerita rakyat secara kritis karena perubahan dari generasi ke generasi dapat melahirkan legenda atau mitos yang belum tentu memiliki bukti historis.
Menurut dia, cerita rakyat tetap perlu ditelusuri melalui sumber sejarah lain dengan menghormati nilai budaya dan ingatan kolektif masyarakat.
Adi juga menyinggung narasi populer seperti cerita bersambung di radio Saur Sepuh yang pernah menjadi bagian pengalaman generasi sebelumnya. Narasi semacam itu, katanya, dapat menjadi pemantik untuk melihat kembali bagaimana sejarah dikemas dan diwariskan.
Ia berharap sarasehan tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi melahirkan lebih banyak penulis sejarah yang mampu menarasikan kehidupan Kota Pasuruan.
“Penulis sejarah memang tidak banyak, tetapi seorang penulis sejarah mampu menarasikan kehidupan suatu bangsa. Semoga yang hadir di sini bisa memberikan arti bagi sejarah masa depan Kota Pasuruan,” pungkasnya. (afa/mar)










